• Info Terkini

    Monday, April 2, 2018

    Jejak Literasi Hafney Maulana di FAM Indonesia


    FAMNEWS, Kediri--Hafney Maulana, penulis kelahiran Sungai Luar—Riau, 14 September 1965 ini sudah sejak Mei 2012 bergabung bersama Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Pria yang sehari-hari mengabdi sebagai Pegawai Negeri Sipil ini telah menerbitkan beberapa buku di antaranya, Usia Yang Tertinggal (Batam Grafiti, 1996), Ijab Kabul Pengantin (FAM, 2012), Hujan Dini Hari (FAM, 2016), Nikah Hari (Probi, 2016), dan Memetik Cahaya (FAM, 2017).


    Diakui Hafney, mulanya menerbitkan buku ialah untuk mengumpulkan tulisan-tulisan yang berserakan di media dan di dokumen pribadi. Namun lambat laut dirinya semakin merasa nyaman bekerja sama dengan penerbit seperti FAM Publishing. “FAM Publishing ini lebih amanah dan mengutamakan kualitas. Sehingga impian untuk memiliki buku sendiri yang ber-ISBN terpenuhi,” tutur Hafney.

    Ijab Kabul, buku keduanya yang lahir perdana di FAM Publishing menjadi jejak tak terlupakan. Sementara Memetik Cahaya, karya terbaru Hafney merupakan kumpulan puisi religius yang menggemakan pesan batin agama melalui medium sastra. Sejak mmutuskan untuk menulis, dirinya memang sudah menjadikan sang guru sastra, Hasan Yunus (alm.) dan Idrus Tintin (alm.) sebagai inspirator.


    Ia juga berharap agar FAM, selalu aktif dan tak bosan menebar manfaat di dunia literasi, terutama memberikan bimbingan kepada penulis-penulis pemula. Sehingga ke depan lahir generasi literasi yang handal. [TIM Media FAM]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Jejak Literasi Hafney Maulana di FAM Indonesia Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top