• Info Terkini

    Sunday, April 29, 2018

    Kartini Era Digital

    By: Agus Nurjaman  

    Jika kita telaah lebih jeli, era modern seperti saat ini sebenarnya telah menyediakan peluang besar bagi perempuan untuk mengisi kehidupan yang lebih bermanfaat dengan peran dan perkembangan teknologi yang kian maju. Kendala jarak, waktu, bahkan biaya sudah bisa di minimalisir dengan perkembangan teknologi yang kian merambah dalam setiap sendi kehidupan dan aktivitas para kaum perempuan. Dengan kemajuan teknologi yang begitu cepat menyebar di semua lapisan masyarakat telah  mengubah pola kehidupan manusia. Kaum perempuan yang selalu memposisikan dirinya untuk memperjuangkan segala bagian hidupnya demi kepentingan umum tidak perlu bersusah payah berjuang dengan mengeluarkan energi yang begitu besar, tetapi cukup dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi di era digital seperti sekarang ini,  para perempuan bisa berkiprah dengan baik dalam menyampaikan misi perjuangannya membela hak persamaan derajat dalam berbagai sektor. Menghapus segala bentuk diskriminasi kepada setiap perempuan Indonesia.

    Digitalisasi telah menjadi senjata baru bagi penerus Kartini ini, untuk memaksimalkan perannya dalam ranah ekonomi, sosial, edukasi, maupun budaya. Kecanggihan teknologi telah menggiring para perempuan untuk terus berkiprah dan mewujudkan cita-cita Kartini. Seiring dengan berkembangnya era digital perjuangan luhur seorang Kartini telah beralih menjadi lebih efektif dan efisien. Para penerus Kartini yang lahir di era milenial ini akan sangat akrab dengan dunia digital sehingga segala bentuk perjuangan perempuan bisa dengan cepat tersebar. Mereka bisa berkiprah dalam berbagai ranah yang mereka sukai dan mampu melaksanakannya. Tanpa harus meninggalkan tugas pokok sebagai seorang ibu atau isteri. Hal inilah yang sangat berbeda dengan perjuangan R.A. Kartini pada masa lalu yang harus berjuang mempertaruhkan segalanya. Baik itu berupa tenaga, harta dan kesempatan untuk dihargai. Namun inti dan makna sebuah perjuangan seorang perempuan tetap menjadi esensi kemajuan kaum perempuan di saat ini. Perjuangan di era digital bisa dengan mudah menyentuh berbagai ranah yang bisa dijalankan oleh kaum perempuan tanpa harus bersusah payah.

    Ranah ekonomi misalnya, para perempuan dapat dengan mudah memasarkan produk kerajinan melalui internet. Proses pemasarannya tanpa harus meninggalkan kewajibannya karena bisa dilakukan di rumah. Dengan begitu laju perekonomian tetap bergeliat dalam rumah tangganya untuk membantu perekonomian keluarga sehingga makna perjuangan seorang perempuan tetap terjalin. Ranah edukasi juga demikian bisa dikembangkan dan dipromosikan lewat berbagai media. Di era digital ini fasilitas media sosial mendukung para perempuan yang memiliki minat dan hobi sama untuk berkumpul bertukar pikiran tentang perkembangan pendidikan perempuan saat sekarang. Menawarkan berbagai keahlian di bidang pendidikan perempuan seperti keterampilan, kecantikan atau bahkan tentang fashion dan berbagi  cerita tentang solusi dari berbagai masalah keluarga.

    Aktivitas-aktivitas tersebut bisa diperankan tanpa meninggal peran perempuan dalam keluarga maupun masyarakat karena aktivitas tersebut tidak menyita waktu terlalu banyak juga bisa dilakukan dari ruang terbaik perempuan, yaitu rumah. Sehingga tugas yang utama sebagai ibu sekaligus ratu di rumah tangga tidak terabaikan. Sendi-sendi perjuangan perempuan akan terus berlangsung dalam bentuk dan cara lain, yaitu melalui berbagai media jaringan. Hal ini dalam rangka memanfaatkan perkembangan teknologi yang begitu cepat dan masif. Dengan segala kepintarannya para perempuan mencoba membuat resolusi perjuanagn membela hak-hak perempuan sebagaimana yang dicita-citakan Kartini dengan cara lain. Dengan tidak mengaburkan citra perjuangannya para generasi era Kartini digitilasasi perannya masih tetap sebagai pahlawan wanita yang peka pada tuntutan zaman yang kian tak menentu.  

    Akhirnya, tuntunan terpenting kartini era modern adalah peka terhadap lingkungan akibat perkembangan teknologi, juga memiliki kemauan belajar yang kuat. Dengan begitu, bisa dipastikan akan mampu mendulang manfaat dari perkembangan teknologi secara maksimal. Menjadi generasi Kartini yang senantiasa mewujudkan cita-cita Kartini dalam berbagai lini kehidupan para perempuan. Menunjukan kepada khalayak bahwa posisi perempuan sekarang tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena dengan segala kiprahnya para perempuan sekarang mampu melakukan apa yang bisa dilakukan oleh kaum laki-laki. 

    Para perempuan yang memperjuangkan hak dan kesejahteraan kaum perempuan adalah seorang pejuang sejati. Tak masalah dalam bentuk dan cara apa pun ia memperjuangkannya terpenting memiliki esensi perjuangan yang dicita-citakan R.A. Kartini untuk menyamakan derajat dan kedudukan perempuan dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga dapat memposisikan kaum perempuan berada sama dengan derajat kaum laki-laki dalam segala sektor. Kemampuan para perempuan di era digital memang tidak bisa terbantahkan. Meskipun sedikit berbeda dari pola perjuangannya namun makna dan esensi perjuangan Kartini tetap menjadi bagian terpenting dari perjuangan mereka. Perjuangan mereka sangat bermakna untuk meningkatkan kualitas perempuan di negeri ini. Dengan pola perjuangan yang kekinian niscaya akan membawa derajat para perempuan Indonesia ke kancah nasional bahkan internasional. Inilah para penerus Kartini di era digital yang mendapat tempat tersendiri di setiap hati para perempuan Indonesia.


    Agus Nurjaman  lahir di Bandung, 23 Juni 1969. Memulai jenjang pendidikan dari SD Bojong Koneng, SMP Negeri 1 Soreang dan Sekolah Tehnik Menengah Negeri 2 (STM), Buahbatu Bandung pada  tahun 1989 jurusan Listrik Instalasi. Melanjutkan ke jenjang perkuliahan STKIP Bale Bandung jurusan Bahasa Inggris Tahun 2002. Mengajar di SMPN1 Pasirjambu.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Kartini Era Digital Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top