Skip to main content

Piagam Kontributor Buku Antologi Puisi “Nyanyian Gerimis”


Terima kasih kepada seluruh penulis buku antologi puisi “Nyanyian Gerimis” yang telah berkarya bersama FAM Indonesia.

Sebagai bentuk apresiasi, seluruh penulis yang tergabung dalam buku ini mendapatkan piagam penghargaan seperti contoh. Piagam dikirim ke email masing-masing penulis.

Adapun nama-nama penulis di buku ini, sbb:
1.        A. Sella Nur Afifah
2.        Ahmad Fauzan Khabir
3.        Ahmad Ulil Kirom
4.        Aluna Syagus
5.        Aprilia Ayu P
6.        Artika Vicentia Manik
7.        Azwar Anas
8.        Cindy Rafina
9.        Dikky Agung Supriadi Hariri
10.     Ely Widayati
11.     Fatih Irhamni Tyas Nurbudi
12.     Fatya Maulidina
13.     Ferril Irham Muzaki
14.     Fitria Kamta
15.     GebyY. Aditya
16.     Hannita Nur Rahmawati
17.     Harsandi Pratama Putra
18.     Helga Maryam
19.     I Wayan Budiartawan
20.     Ista’inuu Latifah
21.     Indriyanto
22.     Jodi Febrian
23.     Khadijatul Umami Arha
24.     Khoirul Umam
25.     Linda Lubi
26.     Lu’lu’ Olivia Ningrum Kusuma Dewi
27.     Mara Tengku Arlan Mansyah S, S.Hum
28.     Mutiara Bunda
29.     Nabilah Putri Rulia Salma
30.     Ning Izmi Nugraheni
31.     Nur Qalbi N
32.     Nurkholipah
33.     Nurul Nazmi Annisa
34.     Rahmadhani Triastomo
35.     Raidhatun Ni’mah
36.     Rina Andriani Hasibuan
37.     Ruhaini
38.     Rummah Yulisyah
39.     Saiful
40.     Salwa Khairani Mayra
41.     Shelyna Fauziah S
42.     Siti Mey Munah
43.     Sri Budi Handayani
44.     Sri Milawati Asshagab
45.     Suci Larassaty
46.     Tiara Syifadia Azhar
47.     Tika Coelogyne
48.     Titus Adhi Sukmana
49.     Ulis Fajar Istyaningsih
50.     Vania Nariswari Wahyu Araminta
51.     Vanya Salsabila Rofinanda
52.     Waly Lauh Ahfuzh
53.     Widiani
54.     Yulianawati
55.     Yusrina Ana Kholishoh


Salam aktif!
FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…