• Info Terkini

    Wednesday, May 30, 2018

    Dongeng Putri Kelana dan Perjalanan Menulis Irfan Ali Hakim


    FAMNEWS, Kediri – Setelah petualangannya menulis opini dan artikel bidang politik di media cetak lokal di Banten, Irfan Ali Hakim (42) dalam waktu dekat ini akan segera meluncurkan karya terbarunya, Dongeng Putri Kelana yang saat ini sedang proses cetak di FAM Publishing. “Buku dongeng Putri Kelana ini adalah buku pertama saya, meskipun dulu saat menyelesaikan pendidikan magister di Jogja, pernah menjadi penyunting buku Menentang Islam Politik,” ujar alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) program pascasarjana ini.

    Dikatakan Irfan Ali Hakim, buku ini berkisah tentang seorang putri raja yang buruk rupa akibat karma bagi sang raja yang tak lain adalah ayahnya. Raja berbuat kesalahan dengan membunuh dua ekor kijang yang ternyata merupakan jelmaan dewa. Namun dikisahkan di dalamnya, sang putrilah yang justru menerima karma tersebut. Bahkan sang putri harus diusir dari kerajaan, karena dengan mukanya yang buruk itu dapat menyebabkan alam tidak bersahabat dengan kemakmuran rakyat di negeri Kahiyangan. Dengan beberapa konflik dan kejutan-kejutan menarik yang tentu akan menjadi hadiah bagi generasi-generasi masa kini, Irfan Ali Hakim mengaku mendapatkan ide dongeng ini secara spontan. “Tiba-tiba saja saya ingin menulis sebuah dongeng, dengan harapan nanti hasil tulisannya bisa dibaca oleh anak saya yang masih kelas 3 SD, sambil mengajarkan tulisan mengarang di rumah,” tutur Sekjen Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cilegon ini kepada TIM Media FAM Indonesia.

    Irfan Ali menambahkan, setelah menyelami proses menulis buku dongeng ini, dirinya semakin sungguh-sungguh untuk menulis buku dongeng kembali di waktu yang akan datang. Irfan Ali Hakim sendiri mulai fokus menulis sejak menempuh pendidikan pascasarjana di UGM, Yogyakarta. “Selama kuliah di sana, mahasiswa memang dituntut harus bisa menulis secara akademis, baik tugas kuliah maupun penulisan tesis. Namun dasar-dasar kepenulisan pasti sudah kita dapatkan sejak SMA, dengan latihan mengarang, kemudian agak serius ke jenjang Stara-1,” ungkap pria yang sehari-hari sibuk sebagai wiraswasta dan juga aktif dalam beberapa bidang organisasi ini. Kalau fokus menulis, lanjutnya, lebih kepada penulisan sastra dengan berbagai jenis seperti cerita pendek, novel, dan puisi.


    Irfan Ali hakim mulai menekuni bidang penulisan sastra sekitar tahun 2014, dengan ikut serta dalam pelatihan creatif writing di Rumah Dunia, kemudian saat ini juga melalui Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia yang dibimbing langsung oleh pendirinya, Aliya Nurlela. Diakui Irfan Ali Hakim, FAM sudah layak disebut sebagai gerakan sosial dalam bidang pendidikan literasi, karena di dalamnya diisi oleh orang-orang yang punya integritas dan dedikasi dalam membangun dunia literasi. Lambat laun akan mengubah cara berpikir masyarakat untuk lebih peduli pada budaya membaca dan menulis. “Satu hal lagi, FAM memiliki sosok dan tokoh utama atau figur yang memiliki kemampuan menulis luar biasa, Teh Aliya Nurlela. Penulis produktif dan punya dedikasi sangat tinggi. Semoga FAM Indonesia bersama FAM Publishing melalui proses menuju yang terbaik,” harapnya.

    Sepanjang karir kepenulisannya, Irfan Ali Hakim yang mengawali dari tulisan-tulisan ilmiah berbasis akademis merasakan betul perbedaan menulis yang bersifat akademis-teoritis dengan penulisan kreatif. Menurut pegiat Komunitas Penulis Muda Cilegon (KPMC) ini, menulis novel dan dongeng sebagai bagian dari creative writing terasa lebih ringan dan bebas mengeksplorasi imajinasi. “Saya justru merasa seolah keluar dari penjara akademis yang ketat, dengan aturan teknis penulisan dan batasan perspektif serta teori. Nah, berbeda dengan menulis dongeng atau novel yang bersifat fiktif. Kita seolah diberi kebebasan dalam memainkan imajinasi, terlebih membuat cerita dongeng. Intinya, apa pun bisa dan sah dalam sebuah cerita dongeng,” papar peraih predikat mahasiswa S2 terbaik UGM 2007 lalu ini.

    Lebih lanjut lelaki asal Ciamis ini menuturkan harapannya terkait Dongeng Putri Kelana, agar dapat kembali memunculkan hasrat terutama dari anak-anak usia dini untuk belajar menuliskan sebuah kisah meskipun singkat, dan belajar membangun imajinasi. “Adapun bagi saya pribadi, dengan terbitnya buku ini, semoga menjadi pemicu untuk melahirkan karya berikutnya,” pungkasnya. [TIM Media FAM]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Dongeng Putri Kelana dan Perjalanan Menulis Irfan Ali Hakim Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top