Skip to main content

Launching Buku Menjaring Angin Karya Dr. Loddy Surentu


Menjaring Angin adalah judul buku antologi puisi Dr. Loddy Surentu (Koordinator FAM Sulawesi Tengah), diterbitkan oleh Penerbit FAM Publishing cetakan pertama April 2018. Pada bagian awal isi buku sebuah prakata oleh Drs. Irwan Lahace M.Si (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah), kemudian kata pengantar  oleh Yeni Zein seorang teoretikus sastra Indonesia. Sementara pada sampul belakang tampak endors yang ditulis oleh Alvin Shul Vatrick Koordinator FAM wilayah Sulawesi. Buku ini merupakan buku kedua setelah sukses menerbitkan buku pertamanya Kidung Jiwa setahun lalu.


“Jika diamati secara saksama dari keseluruhan puisi Loddy Surentu tampak dia telah menggambarkan adanya tiga wilayah penting kehidupan yang selalu ditimba olehnya sebagai sumber penciptaan puisi-puisinya. Yang pertama adalah wilayah kehidupan individual, kedua kehidupan sosial, dan ketiga adalah kehidupan agama. Dengan kata lain puisi-puisinya menggambarkan tentang masalah manusia yang berkaitan dengan diri sendiri, dan hubungannya dengan manusia lain atau alam, dan dalam hubungannya dengan Tuhan.”  Demikian penggalan kata pengantar dalam buku Menjaring Angin.

Pada acara launching buku Menjaring Angin tanggal 2 Mei 2018 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, hadir wakil walikota Palu Sigit Purnomo Said (Pasha Ungu) didampingi oleh Kadis Pendidikan Kota Palu Ansyar Sutiadi, kepala LPMP Askari Masyhuda,  dan Ketua PGRI kota Palu Hardy.


Di hadapan para tamu undangan yang sebagian besar adalah tenaga pendidik se-Sulawesi Tengah, wakil walikota Palu Sigit Purnomo Said (Pasha Ungu) membacakan salah satu puisi dalam buku Menjaring Angin yang berjudul “Cinta Bertemu di Bilik Hati” menandai launchingnya buku kedua Dr. Loddy Surentu tersebut. 

Dr. Loddy Surentu. Lahir di Menado, 25 Juni 1966. Mengenyam pendidikan di SDN IX Menado, SMPN VII Menado, dan SMA Advent Klabat Menado. Menyelesaikan diploma madya tahun 1989 di FPBS IKIP Menado. Menamatkan kesarjanaan di UNTAD tahun 1998, melanjutkan program S2 pada program MSDM tamat Mei 2010. Di tahun yang sama melanjutkan dan menyelesaikan program S3 di IKAT Jakarta Konsentrasi Program Konseling pada Desember 2013.       Dalam kesehariannya berprofesi sebagai kepala sekolah. Gemar menulis sejak kuliah, namun karena padatnya kesibukan sehari-hari sehingga vakum menulis dalam waktu yang panjang. Hingga pada awal Agustus 2016 penulis kembali mengguratkan pena. Hobi yang telah tertinggalkan sejak tahun 1994 akhirnya mulai terbangun kembali dari tidur panjangnya hingga pada November 2016 penulis menerbitkan buku kumpulan puisi pertamanya.

Sebagaimana kumpulan puisi Kidung Jiwa, Menjaring Angin pun merupakan kristalisasi dari kehidupan yang dijalani penulis, dan sempat dipotretnya dari kisah kehidupan sehari-hari tentang lingkungan, tentang Tuhan, semangat nasionalisme, tentang cinta dan persahabatan. Sambil membagi semangat, juga sedikit sentilan bahkan kritikan terhadap kehidupan sosial, dan tak luput kekaguman penulis terhadap alam kreasi Sang Pencipta. Buku ini tentu tidak hanya dinikmati sendiri, masyarakat juga berhak menikmatinya untuk sedikit meninggalkan kepenatan rutinitas sambil membaca dalam bahasa kalbu yaitu cinta, dan pada suasana tertentu menyentuh hal-hal religius.      

Luwu, 3 Mei 2018
Alvin Shul Vatrick [Koordinator FAM Wilayah Sulawesi]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…