Skip to main content

Pengumuman 14 Nominator Lomba Menulis Surat Bertema "Ungkapan Hati"


Salam literasi FAMili, hari ini Selasa, 1 Mei 2018 FAM Indonesia mengumumkan 14 Naskah Terpilih Lomba Menulis Surat Bertema “Ungkapan Hati”. Setelah sebelumnya tim juri menyeleksi 310 naskah dan mengumumkan 121 nominator yang naskahnya dibukukan, maka terpilihlah 14 naskah nominator yang berkesempatan menjadi juara 1, 2, 3. Ke-14 naskah tersebut adalah: 
Update berdasarkan abjad (A sampai Z)


1. Brillian Eka Wahyudi (Jakarta) – Judul Surat: Jejak Rindu Jakarta-Hongkong 
2. Ferril Irham Muzaki (Malang) – Judul Surat: Makhluk yang Lain Hidup di Planet Mars 
3. Lydia Nahkluz Petrovaskaya (Bengkalis) – Judul Surat: Letter To Bethoveen
4. Mellisa (Cirebon) – Judul Surat: Ungkapan Rasa Lewat Kata
5. Meri Indrasari (Lombok  Timur) – Judul Surat: Sebujuk surat untuk calon suamiku
6. Mohammad Thariq (Pamekasan) – Judul Surat: Mak, Anakmu Wisuda
7. Muhammad Iqbal (Bireuen) – Judul Surat: Surat Cinta Untuk Adinda
8. Munandar Priyo Sudarmo (Gresik) – Judul Surat: Deretan Ungkapan Untuk Tuhan
9. Nata Carol (Jakarta Timur) – Judul Surat: Teruntuk kamu
10. Rahayu Widayanti, S.Si., M.Pd (Wonogiri) – Judul Surat: Disabilitas Sempurna
11. Rahma Hayyu Puspita Dewi (Tuban) – Judul Surat: Teruntuk kamu
12. Raja Mendrofa (Medan) – Judul Surat: Surat Tersembunyi
13. Ria Juliantika (Madiun) – Judul Surat: Teruntuk Calon Suami
14. Rusmiah Intang Baleleng (Sidenreng Rappang) – Judul Surat: Untuk Amboku Baleleng


Catatan: 
*Seluruh naskah 121 nominator akan dibukukan oleh FAM Publishing, namun penulis tidak mendapatkan bukti  terbit. Bagi yang ingin memesan bukunya bisa konfirmasi via email FAM: aishiterumenulis@gmail.com. 
*Seluruh peserta akan mendapatkan piagam penghargaan. Pengiriman piagam mulai 5 Mei 2018 sd 15 Mei 2018. 

*Pengumuman pemenang, 2 Mei 2018. 

Salam aktif, salam literasi!
FAM INDONESIA

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…