• Info Terkini

    Thursday, May 3, 2018

    Pengumuman Nominator Lomba Cipta Puisi Bertema "Perempuan"



    Selamat Naskah Anda Terpilih!

    Salam literasi FAMili, hari ini Kamis, 3 Mei 2018 FAM Indonesia mengumumkan 139 Nominator Lomba Cipta Puisi Bertema “Perempuan”. Setelah tim juri menyeleksi 534 naskah, maka terpilihlah 139  naskah nominator yang berkesempatan menjadi juara dan akan dibukukan. Meskipun tim juri menemukan banyak naskah yang bagus dan layak dibukukan, namun juri harus membatasi hanya 139 naskah terbaik yang dibukukan. Naskah-naskah ini akan diterbitkan dalam satu judul buku. Judul utama buku yang akan dipilih adalah judul puisi juara 1 (satu). Ke-139  naskah tersebut adalah: 

    Update berdasarkan abjad (A sampai Z)
    1. A. Machyoedin Hamamsoeri, Tangerang (Pembantu Rumah Tangga)
    2. Ahcmad Ridwan Palili, ? (Perempuan yang Berbisik Ke Bumi)
    3. Addin Nasrul Fuad, Trenggalek (Sekawan “An” Bidadari)
    4. Agus Nurjaman, S Pd, Bandung (Perempuan di Ujung Senja)
    5. Agus Yulianto, Karanganyar (Perempuan Itu)
    6. Ahmad Nuzulul F, Malang (Kepada Ibu)
    7. Aida Fitriyati, Malang (Cadar dan Toleransi)
    8. Ainka Irfany, Medan (Tentang Wanita)
    9. Al-Rizky Pratama, Malang (Perempuan Pemulung)
    10. Alfiana Firdausy, Malang (Rombakan Pengabdi Silam)
    11. Alfiansyah, Palembang (Sesendok Gula di Cawan Teh)
    12. Aminah Sasi Mei, Sukoharjo (Perempuan di Tahta Pelaminan)
    13. Amna Sofea, Malaysia (Bicara Sang Puteri Pada Buih, Awan dan Kenari)
    14. Anggi Pranata, ? (Wanita Itu)
    15. Apri Kuncoro, Kebumen (Wanita Hebat)
    16. Aprilia Yuneta, ? (Perempuan di Jalan Setapak)
    17. Arie Png Adadua, Palembang (Biarkanlah Dia, Ibu)
    18. Arina Ulfatul Jannah, Pati (Kinanti Seorang Putri Jawa)
    19. Artia Prastiwi, Lampung (Perempuan-Perempuan Aksara)
    20. As'ad Nor Salam, Pamekasan (Bulan Tenggelam)
    21. Asih Wulandari, Kutai Kartanegara (Gadis Kumuh Tak Berpangku Tangan)
    22. Atiqotul Maghfiroh, Sumenep (Perempuan dalam Debu)
    23. Aya K, Lombok Timur (Perempuan Bermata Bulan)
    24. Ayu Teli Lestari, Bandung (Penyesalan)
    25. Ayu Qonita, Yogyakarta (Sarinah)
    26. Azwar Sutan Malaka, Jakarta (Tiga Perempuan)
    27. Badik Sri Lestari, Kediri (Perempuan Tangguh di Negeri Orang)
    28. Baiq Nggi Kerte Ning Diah, Lombok Timur (Kasih Tulus Perempuan)
    29. Bestina Ruminda Simarmata, ? (Modal Pelakor)
    30. Beta Karlistiyaningsih, Pontianak (Perempuan Berhati Berlian)
    31. Bilqis Karunia Putri, Bandung (Yang Berharga, yang Istimewa)
    32. Briliani Putri Pijar Pratiwi, Tangerang (Topeng Baja)
    33. Calista Ayudya, Sumatera Barat (Kesah)
    34. Cindy Amelia, Yogyakarta (Seperti Nenek)
    35. Daviatul Umam, Sumenep (Secarik Kisah Rabi'ah Al-Adawiyah)
    36. Dede Krisdayanti, Ciamis (Takhta Perempuan)
    37. Dedi Saeful Anwar, Cianjur (Rembulan Bermata Intan)
    38. Derik Tiana Talakua, Tangerang (Kami Hawa)
    39. Dewi Rafiqah, Sumenep (Nasi Pecel Buatan Ibu)
    40. Devita Putri Viramanti, ? (Wanita di Hatimu)
    41. Dila Anggrista Purmiagi, Tulungagung (Definisi Cantik)
    42. Dwi Sukmawati, Tegal (Aku, [Bukan] yang Terlupa)
    43. Elda Dahlena, Sumenep (Perempuan Tak Ingin Itu)
    44. Ellyas Hermansyah, Yogyakarta (Aku di Sampingmu)
    45. Ellys Mardiana, Surabaya (Ratu Istana dan Negara)
    46. Erna Winarsih Wiyono, Bogor (Senja yang Bersandar pada Bahu Perempuan)
    47. Esti Ade Saputri, Palembang (Rampak Rindang)
    48. Evita Korneliya, sregen (Kiprah kami, Pencetak Generasi)
    49. Ezra Regi Pangestu, Tangerang (Menunggu Pesisir)
    50. F. Veronica, Alor (Tangan Seribu)
    51. Febbi Sena Lestari, Blitar (Perempuan yang Bertarung dengan Kesunyian)
    52. Ferril Irham Muzaki, Malang (Ibu, Justru Duryudana yang Telah Memberi Aku Mahkota)
    53. Gretty Silvia Manurung, Sleman (Wanitakah?)
    54. Hafsah Restu Nurul Annafi, Malang (Hawa)
    55. Hanaa Noormaningtyas, Surabaya (Isi Hati Beberapa Perempuan)
    56. Helen Rumiris, Jakarta (Elusif)
    57. Herdian Armandhani, Denpasar (Mawar Merah untuk Annisa)
    58. Hero Gefthi F, Lubuklinggau (Kesunyian)
    59. Hidjrahwati, S.Pd, Balikpapan (Menanti Pintu Rezeki)
    60. Homsiyah, Sumenep (Gadis Berwajah Puisi)
    61. Honorius Arpin, Sekadau (Sajak Perempuan Loper Koran)
    62. Hudaya Hasanah Rahmah, ? (Ibu)
    63. Irawati, Pidie (Pujian Terhangat)
    64. Irwan Effendi, Sumenep (Perempuan yang Menunggu dengan Setia)
    65. Ishom Zamzami, Pemalang (Kuat dalam Lemah Parasmu)
    66. Ismo Antonius, Medan (Wanita Kesepian)
    67. Isradina Parichaa, Yogyakarta (Aku Terjebak)
    68. Izzatul Hikmah, Sumenep (Rindu Ariefah)
    69. Jannatul Ma'wa, Banyuwangi (Gelegata dan Jentara Perempuan)
    70. Josua Nababan, Medan (Pelukis Risalah Keluarga)
    71. Laili Hari Lestari, Gresik (Perempuan Memilih Bungkam)
    72. Lily Yunita, Sampit (Engkaulah Ratu Bersayap Emas)
    73. Lin Hana, Jember (Di Matanya)
    74. Lydia Nahkluz Petrovaskaya, Bengkalis (Perempuan yang Berambut Panjang dan Bernyanyi  Itu Adalah Pacarku Semalam)
    75. M. 'Izzuddin Robbani Habe, Lamongan (Rahim Nirmala)
    76. Mailia Udzma, Semarang (Rindu Milik Ibu Nyai)
    77. Malahatul Habibah, Sumenep (Perempuan Pagi)
    78. Maman Empun, Lombok Tengah (Perempuan Berhati Lembut)
    79. Maria Ulfa, Malang (Wanita Berkarir Syurga)
    80. Mas Afin Z, Merak (Tentang Ibu)
    81. Melia Roza, Padang (Masih Saja Perempuan Itu Adalah Ibu)
    82. Merlian Ulin Nikmah, Surabaya (Kunthi)
    83. Merlian Ulin Nikmah, Surabaya (Karena Aku Perempuan Penghibur)
    84. Metropoly Merlin J. Liubana, Kefamenanu (Perempuan Berambut Panjang)
    85. Miftahul Huda, Tuban (Perempuan dengan Uban)
    86. Miftakhus Sholikha, Mojokerto (Perempuan Terhebat)
    87. Moh. Alvin Windro Wicaksono, Bandung (Mengenang Ibu)
    88. Mohammad Thariq, Pamekasan (Mengaji Ayat Keanggunan Perempuan)
    89. Muhammad Aidhul Bakri, Medan (Teruntuk Perempuanku)
    90. Muhammad Reza Akbar, Semarang (Seikat Bunga Hari Itu)
    91. Muhlis Hatba, Bone (Kisah Perempuan Tua Lontok)
    92. Munandar Priyo Sudarmo, Gresik (Sahara di Pelupuk Senja)
    93. Nana Suryana, Tangerang (Perempuan – Perempuan Hebat)
    94. Nurlayli Fadilla, Langkat (Wanita Penikmat Jengkol)
    95. Nurul Istiawati, Pamalang (Perempuan Penyulam Hujan)
    96. Ones Putra Hulu, Bogor (Profesi Serakah)
    97. P.N.Z, Bangil (Tak Bisakah Engkau Mengerti?)
    98. Parwati, Bekasi (Perempuan Penakluk Badai Kehidupan)
    99. Pujiana Dwi Kusumawati, Probolinggo (Sungguh Aku Tidak  Bercanda Ibu)
    100. Pungli Alitopan, Sintang (Mamak Layak Wisuda)
    101. Rahmi Mardatillah, Janeponto (Jadi Bagian)
    102. Ratna Samosir, Batam (Deretan Kata dari Perempuan Perindumu)
    103. Rendy Rizky Binawanto, Bandung (Wanita dalam Bingkai)
    104. Reni Susanto, Malang (Surat Ibu untuk Perempuan Kecilnya)
    105. Rifaldi, Sampit (Putik yang Diam)
    106. Risen Dhawuh Abdullah, Bantul (Perempuan Gorengan)
    107. Rudiana, Mamuju Utara (Bidadari Mungil Surga)
    108. Rummah Yulisyah, Padang (Sesosok Wanita di Penghujung Senja)
    109. Rusmiah Intang Baleleng, Sidenreng Rappang (Gelak Senyum Mengibar Syukur)
    110. Saifah Rambe, Labuhan Batu (Hadiah Tuhan)
    111. Saiful Bahri, Madura (Gerimis Mata Rahasia)
    112. Saina Said, Makassar (Lemah Bukan Berarti Lemah)
    113. Salfiana Ilyas, Bulukumba (Anggun Menguras Cinta)
    114. Setiyaningrum Tina Suryani, Kudus (Misteri Perempuan)
    115. Siti Aisyah, Jepara (Pondasi Rumah)
    116. Siti Aminatus Zahroh, Sampang (Senyuman Terpahit)
    117. Siti Sarah, Semarang (Perempuan Pemeluk Ombak)
    118. Sonny Wilson, Surabaya (Luka Lalu Ibu)
    119. Sri Apriani, Riau (Mutiara Berlumpur)
    120. Sri Fajar Ningsih, Medan (Wanita Perkasa Berkemeja)
    121. Sukdiansyah, Palu (Gadis Purnama)
    122. Teguh Frediansyah, Cilacap (Batu Matre)
    123. Tesalonika, Tangerang (Menebak Gairah Wanita)
    124. Theresia Mulyanti Genggong, Flores (Seribu Senyuman)
    125. Totok Satriyonunggal Wahyucokro, Surabaya (Perempuan dan  Bidadari Tanpa Sayap)
    126. Tri Wulandari, Blitar (Hanya Jalang)
    127. Ulfah Nur Rizki, Brebes (Hebatnya Sang Perempuan)
    128. Valiant Aby, Bantul (Dahlia)
    129. Vica Aulia, Bekasi (Hebat Meski Tak Bersuara)
    130. Wanda Nurhayati Frangga Kastela, Jakarta (Peta Aksara Wanita)
    131. Widwi Astuti, Tulungagung (Ku Sisipkan Rinduku)
    132. Wina Purba, Pati (Sajak untuk Perempuan)
    133. Yuda Prasetio, Pekanbaru (Perempuan dan Misteri)
    134. Yudisthira, Makassar (Kulupakan Tangisku)
    135. Yulvia Zarnis, Jakarta (Mentafsir Wanita)
    136. Yuni Astri Br Sitepu, Medan (Perjuangan Wanita Terhebatku)
    137. Yusuf Septian Nur Effendy, Sorong (Mace)
    138. Za'idah Nur Azizah, Demak (Sajak untuk Bidadari Hati)
    139. Zuraini, Bangka Belitung (Dear Prempuan)

    Seluruh naskah nominator akan dibukukan oleh FAM Publishing, namun penulis tidak mendapatkan bukti  terbit. Bagi yang ingin memesan bukunya bisa konfirmasi via email FAM: aishiterumenulis@gmail.com. 

    Nantikan pengumuman 20 Naskah Terpilih, 4 Mei 2018 . Pengumuman Pemenang, 5 Mei 2018. 

    Terima kasih atas partisipasi dan antusias Anda semua mengikuti event-event FAM Indonesia. Bagi yang belum beruntung, jangan berkecil hati. Tetap semangat menulis dan ikuti event-event FAM Indonesia lainnya. 

    *Seluruh pemenang dan peserta akan mendapatkan piagam penghargaan. Piagam akan dikirim secara bertahap melalui email setelah tanggal 7 Mei 2018. Batas pengiriman piagam 18 Mei 2018. 


    Salam aktif, salam literasi!
    FAM INDONESIA
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Pengumuman Nominator Lomba Cipta Puisi Bertema "Perempuan" Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top