Skip to main content

Antusiasme Peserta TEMU PENULIS Angkatan 1


FAMNEWS, Kediri—TEMU PENULIS Angkatan ke-1 yang diselenggarakan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia bekerjasama dengan FAM Publishing, berlangsung ramai lancar, Selasa (17/7). Hal itu terlihat dari delapan penulis yang diundang sangat antusias mengikuti acara, meski hanya dua jam. Berbagai usulan agar FAM Publishing menggelar acara serupa dengan jumlah penulis yang lebih banyak, juga ditampung oleh tim pengurus inti.




Sementara itu, Manajer FAM publishing yang sekaligus novelis, Aliya Nurlela dalam sambutannya menyebutkan tujuan diadakannya Temu Penulis adalah dalam rangka mengapresiasi hasil karya para penulis, sekaligus membuka ruang jalinan silaturrahim antar penulis.



Selain itu, dalam acara yang dipandu MC Irfa Sayidatur Rohmah di Ruang pertemuan Niki Masaaki Resto Pare ini, masing-masing penulis memperkenalkan diri dan karyanya. Ihsanudin, penulis novel yang jauh-jauh datang dari Blitar mengaku sangat bersyukur bisa mengenal para penulis dan mendapat tambahan ilmu.



FAM Indonesia juga memberikan penghargaan kepada seluruh penulis yang hadir. Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Aliya Nurlela. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Bapak Suparlan. 



Acara tersebut diakhiri dengan makan bersama, sebagai salah satu bentuk ungkapan syukur. Terlebih dahulu, para penulis melakukan sesi foto bersama, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan.

“Rencana ke depan FAM akan menggelar kembali acara serupa, namun dengan konsep yang berbeda,” pungkas Aliya Nurlela.

 [TIM Media FAM]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…