Skip to main content

Memori Angkot 08


Judul: Memori Angkot 08
Penulis: Aliya Nurlela
Kategori: Novel Remaja
ISBN: 978-602-335-383-5
Terbit: Juli 2018
Tebal: vi + 202 hal; 14 x 21 cm
Harga: Rp60.000,-
(Harga belum termasuk Ongkir)

Raj dan Al adalah sepasang remaja yang mengenyam bangku SMA di tahun 90-an. Tepatnya, angkatan tahun 1993. Raj seorang pria blasteran, terkenal tampan, tajir dan pandai bermain musik. Raj memiliki pesona hidung mancung.

Raj jatuh cinta pada Al teman satu angkatannya, namun beda kelas. Raj melakukan pendekatan tak biasa. Ia rela menyewa angkot 08 dan rela menyamar demi mengenal Al. Jurus cinta lain diluncurkan Raj dengan mengirimkan lagu-lagu romantis lewat radio, memetik gitar sambil nyanyi lagu pop, serta meladeni telepon dari Al dengan pura-pura jadi pengusaha angkot. Cinta Raj bersambut. Al menerimanya di saat Raj berpamitan akan pindah sekolah.

Raj tidak jadi pindah sekolah. Ia menyulam hari-hari penuh cinta bersama Al. Manis dan romantis. Raj dan Al menjelma jadi pasangan idola di sekolah. Hingga menimbulkan iri di hati sebagian para siswi, terutama sebelas siswi yang tergabung dalam Gank Centil.

Kisah romantis Raj dan Al terhalang restu orangtua. Al yang berasal dari desa dan keluarga sederhana, bersikukuh untuk mundur. Merelakan Raj dijodohkan dengan gadis pilihan orangtuanya. Namun Raj, tidak setuju. Raj bertekad untuk bertahan, serumit apa pun itu. Raj berjanji akan tetap mengukir kisah cinta itu semakin manis.



*Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan.


[Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau via email: aishiterumenulis@gmail.com, dan kunjungi web kami di: www.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…