Skip to main content

Perempuan yang Tak Layu Merindu Tunas Baru


Judul: Perempuan yang Tak Layu Merindu Tunas Baru
Penulis: 200 Penulis
Kategori: Kumpulan Puisi
ISBN: 978-602-335-353-8
Terbit:  Juli 2018
Tebal: x + 329 hal; 14 x 21 cm
Harga: Rp70.000,-
(Harga belum termasuk Ongkir)



3 Puisi Terbaik
Lasinta Ari Nendra Wibawa, Encep Abdullah, Faidi Rizal

17 Puisi Pilihan
A. Fatoni, Adella Indah Nurjanah, Adi Irwan, Alexander Robert Nainggolan, Andrayani, Ayu Rahayu, Denik A Nuramaliya, Estu Ismoyo Aji, Fajar Bayu Widianto, Ferril Irham Muzaki, Imam Rosyadi, Indah Handayani, Lydia Nahkluz Petrovaskaya, M. Suhaidi Lee Hyang, M. Zaini, Wulan Ayu Fitriya, Yoe Irawan

BERSAMA 180 PUISI NOMINATOR LAINNYA

Buku puisi “Perempuan yang Tak Layu Merindu Tunas Baru”. Buku ini berisi puisi dari 200 penulis yang mengangkat ibu sebagai ide dasar dari tiap baitnya. Terbitnya buku ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi kita semua untuk lebih menghargai dan menghormati sosok ibu. Maka, dari sekian puluh puisi yang disajikan, kita seolah diajak untuk mengapresiasi kerja keras seorang ibu dari berbagai sudut pandang.


*Stok tidak tersedia. Buku dicetak sesuai pesanan.

[Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau via email: aishiterumenulis@gmail.com, dan kunjungi web kami di: www.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…