• Info Terkini

    Friday, July 13, 2018

    Saiful Bahri, Juara Lomba Menulis Puisi "Hari Raya: Menulis Mendamaikan Hati dan Perasaan"


    FAMNEWS, Kediri - Sempat tidak percaya naskah puisinya dipilih sebagai pemenang juara lomba menulis bertema Hari Raya, Saiful Bahri mengaku bangga atas peraihannya tersebut. Pasalnya, Saiful yang kelahiran Sumenep, Madura, 05 Februari 1995  ini telah menggemari dunia literasi sejak duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah. Tetapi tulisan-tulisannya saat itu hanya disimpan untuk pribadi.

    Mulai kelas IV Madrasah Ibtidaiyah pun, dirinya sedikit lebih giat belajar menulis, hanya saja memang dikatakannya, tidak segiat saat duduk di bangku se-tingkat SMP. Namun saat Guru bahasa Indonesianya menuntut Saiful dan teman-teman satu kelasnya untuk menulis, ia dengan senang hati menerima tantangan tersebut dengan menulis pantun, cerita pendek dan beberapa manuskrip puisi sebanyak tujuh lembar dalam seminggu. "Anggap saja menulis merupakan suatu kewajiban yang harus dipatuhi," kata Saiful.

    Tak salah bila kegigihannya melatih kemampuan menulis tersebut, kini membuahkan hasil. Untuk karya yang diikutsertakannya dalam lomba menulis puisi bertema Hari Raya, yang diselenggarakan oleh Forum Aktif Menulis dan FAM Publishing kemarin, menurut Saiful, hanya berawal dari iseng. "Boleh dikatakan selingan saja, demi mengisi waktu luang. Hitung-hitung mengasah kemampuan,"  tutur penulis buku puisi Senandung Asmara dalam Jiwa (2018) itu.

    Bagi aktivis di kajian sastra dan Teater Kosong Bungduwak ini, hanya menulislah yang bisa mendamaikan hati dan perasaan. Pasalnya, pasca menuliskan ide dan apa yang dirasakannya lewat tulisan, Saiful merasa lebih baik. "Kalau ibarat kesehatan darah dan jantung, menulis adalah urat nadi yang mengalirkan ketenangan di setiap kehidupan," ujarnya berpuitis.

    Lebih lanjut Saiful menuturkan untuk jangan merasa takut mencoba. Pandai-pandailah menanam kembang tujuh warna. Karena setelah kita menanam, besok atau lusa kita tinggal memetiknya. Tak ketinggalan, Saiful juga berbagi tips bagi penulis pemula lainnya, "Tulislah yang ingin ditulis, jangan biarkan imaji ini beku-sayu menjadi sunyi," katanya.

    Dirinya juga berharap agar FAM lebih kreatif, sukses, dan tersebar luas di seantero jagad raya, sehingga bermanfaat bagi banyak orang. Selain merupakan penulis antologi puisi yang diterbitkan FAM Publishing, berikut tulisan Saiful yang dimuat di koran lokal maupun nasional, seperti Jawa Pos (pro-kontra), Republika (Puisi 2018). Riau Pos (2017), Bangka Pos (2017), Palembang Ekspres (2017), Radar Madura (2017), Radar Surabaya (2017), Radar Jember (2017), Radar Banyuwangi (2017), Radar Bojonegoro (2017), Kedaulatan Rakyat (2017), Solo Pos (2017 dan 2018), Malang Voice (2017). Majalah Simalaba (2017), Analisa Medan (2018), Radar Cirebon (2018), Kabar Madura (2018) dan Jurnal Asia-Medan. Puisinya juga masuk dalam antologi puisi CTA Creation (2017). Antologi Senyuman Lembah Ijen-Banyuwangi (2018), dan Antologi kumpulan karya anak bangsa: Sepasang Camar-Majalah Simalaba (2018).

    [TIM Media FAM]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Saiful Bahri, Juara Lomba Menulis Puisi "Hari Raya: Menulis Mendamaikan Hati dan Perasaan" Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top