Skip to main content

Tak Terdefinisi


Judul: Tak Terdefinisi
Penulis: 47 Penulis
Kategori: Kumpulan Puisi
ISBN: 978-602-335-341-5
Terbit:  Juli 2018
Tebal: x + 95 hal; 14 x 21 cm
Harga: Rp55.000,-
(Harga belum termasuk Ongkir)


3 Puisi Terbaik

Aishah A’lam, Ahmad Zubaidi, Ahmad Radhitya Alam


47 Puisi Nominator

A. Sella Nur Afifah, Aghitsna Gita Pradita, Andhini Lutvika Damayanti,
Andi Muhammad Aryasatya, Anju Eranti, Annisa Muliani, Dwi Sukmawati, Epin Supini, Fahran Wahyudi, Faisal Misbakhul Munir, Hana Farhani Maulida, Indri Ana, Khairana Putri Widyahasya, Misbah Rajif Ibrahim, Mu’iziyah Nur Hamida, Mut Mainnah M, Naelufar Indy Khamroh, Nida Aulia Rahma, Novebrina Silalahi, Novi Nur Islami, Nur Rahma, Nuriyah Rahmawati, Nurkholipah, Puji Ayu Lestari, Qanaiya Yosheila Kinasih, Raditya Andung Susanto, Rahma Sahara, Rani Naomi Agustina Panjaitan, Rifaldi, Rifqi Rosyaifuddin Abdillah, Rizal Fathurrahman, Sekar Ayu Ningtias, Setyaningsih, Shailin Khoriatul Laily, Siti Husniyah, Sundari, Supriadi, Thaibah Astariyani, Tiara Syifadia Azhar, Toibahnur, Vania Nariswari Wahyu Araminta, Wahyudi, Windarsih, Zahra Nur Raufa Assegaf


Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia menggelar Lomba Cipta Puisi yang khusus diikuti oleh para pelajar tingkat SLTP/SLTA seluruh Indonesia. Dari sekitar 100-an naskah yang masuk ke meja panitia, FAM Indonesia melakukan seleksi ketat untuk menentukan naskah terbaik, sekaligus memilih 47 penulis yang naskahnya layak untuk dibukukan. Buku antologi puisi ini adalah kumpulan naskah pilihan tersebut, yang terdiri dari naskah pemenang dan nominator. Diharapkan dengan adanya buku ini semangat dan motivasi menulis para generasi bangsa semakin meningkat.

*Stok tidak tersedia. Buku dicetak sesuai pesanan.

[Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 0812 5982 1511/081350051745, atau via email: aishiterumenulis@gmail.com, dan kunjungi web kami di: www.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…