Skip to main content

Tanah Bandungan


Judul: Tanah Bandungan
Penulis: 152 Penulis
Kategori: Kumpulan Puisi
ISBN: 978-602-335-319-4
Terbit:  Juli 2018
Tebal: x + 264 hal; 14 x 21 cm
Harga: Rp70.000
(Harga belum termasuk Ongkir)



3 Puisi Terbaik
Faidi Rizal, Laras Sekar Seruni, Lydia Nahkluz Petrovaskaya

28 Puisi Pilihan
A. Warits Rovi, Agus Kindi, Ahmad Farid Imam Zamani, Ahmad Nyabeer, Aksan Al-Bimawi, Aris Hidayat, Asep Ricky Subagya, B. Feliks Hatam, S.Pd, Denik A Nuramaliya, El Ka, Erina Budi Purwantiningsih, Erick Shubastyan, Erwin Setia, Faisal Misbakhul Munir, Faris Al Faisal, Fathor Rosy, Gede Agus Widiantara Sada, I Gede Karsa, Lubet Arga Tengah, Maria Wiedyaningsih, Marlia Alvionita, Moh. Akbar Irhamni Maulana, Nur Habibah, Siti Masyithah Nur Jamal, Sri Efriyanti Harahap, Vito Prasetyo, Wahyu Tom, Zen Kr

BERSAMA 121 PUISI NOMINATOR LAINNYA

Dengan mengambil tema "Keindahan Alam", Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia menggelar Lomba Cipta Puisi beberapa waktu lalu. Dari 743 naskah puisi yang masuk ke meja panitia, FAM Indonesia melakukan seleksi ketat untuk menentukan naskah terbaik, sekaligus memilih 152 naskah yang layak dibukukan. Buku antologi puisi ini adalah kumpulan naskah pilihan tersebut, yang terdiri dari naskah pemenang dan nominator. Selamat membaca dan mari menjaga serta mensyukuri keindahan alam ciptaan Tuhan.


*Stok tidak tersedia. Buku dicetak sesuai pesanan.

[Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau via email: aishiterumenulis@gmail.com, dan kunjungi web kami di: www.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…