Skip to main content

Erwin Setia, Sabet Juara Pertama Lomba Cerpen Bertema Karnaval



FAMNews, Kediri - Erwin Setia, juara satu lomba menulis cerita pendek bertema Karnaval ini telah aktif menulis cerpen sejak awal tahun 2018. Di sela-sela waktu perkuliahannya, mahasiswa semester 1 Prodi Sejarah dan Peradaban Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu, kerap memperkaya ilmu dengan membaca buku dan menulis. Bagi Erwin, membaca adalah hal yang paling menyenangkan.

Dinobatkan sebagai juara pertama oleh Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, saat mengikutsertakan cerpennya yang berjudul “Karnaval Kesedihan di Kota Sendu”, Erwin mengaku hanya ingin menambah pengalaman dan menguji kualitas tulisannya.

“Saya senang. Ini kali pertama saya mendapat juara pertama dalam lomba menulis. Momen yang tidak akan saya lupakan. Karena sebelumnya pernah mengikuti beberapa lomba menulis. Tidak begitu sering dan banyak memang, tapi untuk menjadi juara baru di FAM ini,” kata pria kelahiran Jakarta, 14 September 1998 ini.

Meski tidak  begitu aktif mengikuti  komunitas literasi tertentu, namun semangat Erwin untuk membaca, menulis, dan menularkannya kepada orang-orang sangatlah kuat. “Saya pikir, membaca sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya adalah hal terpenting yang wajib dilakukan bagi orang-orang yang mengaku menyukai dunia literasi,” tutur Erwin.

FAM Indonesia sendiri tergolong cukup aktif, menyelenggarakan hal-hal yang berpotensi untuk mengembangkan dan memajukan pendidikan literasi di Indonesia. Sebagai generasi muda, Erwin menilai hal tersebut sangat patut diapresiasi. “Tidak banyak komunitas yang dapat melakukan hal tersebut dan konsisten melakukannya,” tandasnya. [Tim Media FAM]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…