Skip to main content

Ketua Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, Cabang Bosowasi-Sulawesi Selatan Jadi Narasumber Nasional di Kalimantan Tengah


Saat ini (18/09/2018) tengah berlangsung Seminar dan Workshop Nasional Metodologi Penelitian Pendidikan Aula FKIP Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Acara dimulai pada pukul 08.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB.


Tema pada Seminar Nasional kali ini ialah "Optimalisasi Peran Peneliti dalam Mengembangkan Kualitas Pendidikan di Indonesia."


Seminar dan Workshop Nasional yang digelar Universitas Muhammadiyah kali ini menghadirkan 2 (dua) orang narasumber dari luar Pulau Kalimantan,  Prof. Dr. Setya Yuwana Sudikan, M.A. (Guru Besar Universitas Negeri Surabaya, Jawa Timur) dan Dr. Muhsyanur, M.Pd. (Ketua FAM Cabang Bosowasi, Sulawesi Selatan sekaligus Pegiat Literasi Kabupaten Wajo), sedangkan narasumber internal, yaitu Dr. Diplan, M.Pd. (Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Palangkaraya), dan M. Andi Setiawan, S.Pd., M.Pd. (Dosen FKIP Universitas Muhammadiyah Palangkaraya).


Kegiatan seminar dibuka oleh Bapak Drs. H. Muhammad Yamin Mukhtar, Lc., M. Pd.I, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Kalimantan Tengah. Selain itu, yang hadir pejabat tinggi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. 

Kegiatan seminar berlangsung meriah dan khidmat karena antusias para peserta yang luar biasa. Peserta yang hadir mencapai kurang lebih 370 orang dari kalangan mahasiswa, guru, dosen, dan peneliti. Adapun kepesertaan terbagi dua, yaitu peserta    sebagai pemakalah dan peserta umum.


Kami berharap luaran seminar kali ini dapat menginspirasi para peserta sehingga dapat mengembangkan kualitas di bidang penelitian pendidikan. Jelas Dr. Chandra Anugrah Putra, S.Kom., M.Kom., Ketua Panitia Pelaksana Seminar dan Workshop Nasional tahun ini.(*)

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…