• Info Terkini

    Monday, September 10, 2018

    Pembentukan FAM Indonesia Cabang Kolaka Utara


    Literasi bukan hanya sekedar kegiatan yang berkaitan baca dan tulis semata, meski pada mulanya memang demikian. Tetapi seiring perkembangan kebutuhan dan kepandaian manusia maka cakupannya melebar bahwa literasi pun mencakup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam lingkungan di mana ia berada. 

    Pada sisi yang lain literasi bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya. Bahkan dalam deklarasi UNESCO (2003) disebutkan bahwa literasi informasi terkait dengan kemampuan untuk mengidentifikasi, menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif dan terorganisasi, menggunakan, dan mengomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai persoalan. Karena begitu pentingnya literasi dalam kehidupan manusia terlebih di zaman informasi sekarang ini, maka begitu mendesaknya program  literasi untuk segera dimasyarakatkan.  Sasaran utama dan pertama literasi ini kaum muda Indonesia, khsususnya pelajar (dari tingkat sekolah dasar sampai akhir) dan mahasiswa. Hal ini dikarenakan kaum muda akan segera mewarisi negara ini. Kemajuan dan perkembangan begitu juga kemunduran dan keterpurukan bangsa ini selanjutnya terletak pada kebijakan mereka di masa depan.

    Penguasaan literasi merupakan indikator penting untuk meningkatkan prestasi generasi muda dalam mencapai kesuksesan. Penanaman literasi sedini mungkin harus disadari karena menjadi modal utama dalam mewujudkan bangsa yang cerdas dan berbudaya. Generasi muda memiliki kepribadian yang berpotensi mampu memahami pengetahuan serta teknologi zaman now, generasi muda menjadi faktor penting karena memiliki semangat juang yang tinggi, solusi yang kreatif, dan perwujudan yang inovatif. Oleh karena itu, salah satu langkah sederhana namun penting adalah menanamkan pentingnya literasi bagi generasi muda.


    Minimnya semangat dan pemahaman literasi di daerah-daerah menjadi perhatian yang signifikan oleh beberapa pemerhati literasi, di antaranya Alvin Shul Vatrick (Koordinator FAM Indonesia Wilayah Sulawesi). Salah satu dari sekian permasalahan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah rendahnya pemahaman literasi yang dibuktikan melalui survei Programme for International Student Assessment (PISA). Di mana survei menunjukkan Indonesia berada di posisi memprihatinkan yakni urutan 60 dari 61 negara dalam penguasaan literasi. Padahal, budaya literasi bermanfaat dalam mewujudkan peran generasi muda dalam aspek pembangunan negara. Agar mampu bersaing, generasi muda harus mempunyai  kemampuan yang dibutuhkan dunia dengan meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia), dalam arti kemauan dan kemampuan individu dalam menyerap ilmu yang kemudian dikembangkan dan diimplementasikan. Oleh karena itu, salah satu langkah sederhana namun penting adalah menanamkan pentingnya literasi bagi generasi muda khususnya dan juga khalayak umum. Usaha ini dimaksudkan untuk membawa kaum muda agar lebih cerdas dalam menyambut kedatangan zaman yang semakin informatif. Hal ini didasarkan pada pentingnya peranan literasi yang bisa mempengaruhi peradaban manusia untuk mempersiapkan insan intelektual, terutama usia sekolah untuk memenangkan persaingan global. Membaca akan membuka wawasan berfikir. Dengan demikian, manusia satu dengan lainnya saling menghargai, tidak merasa paling benar sendiri, dan kelak terciptalah keharmonisan.

    Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia adalah sebuah organisasi kepenulisan nasional yang berdiri pada tanggal 2 Maret 2012, berkantor pusat di Pare, Kediri, Jawa Timur. FAM Indonesia didirikan oleh Muhammad Subhan, seorang motivator kepenulisan, sastrawan, dan penulis, asal Padangpanjang, Sumatera Barat, bersama Aliya Nurlela, seorang novelis, motivator kepenulisan, dan penulis perempuan Indonesia asal Ciamis, Jawa Barat yang bermukim di Malang, Jawa Timur. FAM Indonesia bertujuan menyebarkan semangat cinta (aishiteru) menulis di kalangan generasi muda, khususnya siswa sekolah dasar, SLTP, SLTA, mahasiswa, dan kalangan umum lainnya. FAM Indonesia bertekad membina anak-anak bangsa untuk cinta menulis dan gemar membaca buku. Sebab, dua hal ini melatarbelakangi maju dan berkembangnya negara-negara di dunia lantaran rakyatnya suka membaca buku dan menulis karangan. FAM Indonesia memiliki ribuan anggota yang tersebar di berbagai kota di Indonesia dan mancanegara khususnya di sekolah-sekolah dan melebur di tengah masyarakat dalam berbagai kegiatan kepenulisan. Sejumlah kota di Tanah Air memiliki cabang kepengurusan, dan pengurus serta anggota sering mengadakan kegiatan-kegiatan literasi, baik seminar, pelatihan, bedah buku, maupun kegiatan-kegiatan sosial lainnya. Untuk merangsang minat menulis generasi muda, FAM Indonesia rutin menggelar berbagai lomba kepenulisan, baik tingkat lokal maupun nasional. FAM Indonesia juga bermitra dengan berbagai lembaga pendidikan dan mendapat dukungan dari sejumlah media massa untuk menggaungkan gerakan literasi yang diusungnya.
    (https://id.wikipedia.org/wiki/Forum_Aktif_Menulis_(FAM)_Indonesia). 

    Berdasar dari pemikiran-pemikiran di atas, Alvin Shul Vatrick (Koordinator FAM Indonesia Wilayah Sulawesi) mengajak insan-insan pemerhati literasi yang berdomisili di Kabupaten Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara untuk membentuk cabang FAM Indonesia di Kolaka Utara. Pergerakan pun dimulai dengan langkah awal yang adalah memberitakan perihal tersebut dan mengajak ke beberapa komunitas kepemudaan, komunitas seni, sanggar seni dan budaya, sekolah-sekolah, serta pihak pemerintah daerah setempat dalam hal ini Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Kolaka Utara Bpk H. Muhammad Idrus, S.Sos, M.Si. yang menyambut baik serta memberi dukungan positif untuk melibatkan diri dalam keberadaan FAM Indonesia cabang Kolaka Utara. Hingga dibentuklah FAM Indonesia cabang Kolaka Utara pada tanggal 8 Februari 2018 sebagaimana dikeluarkannya Surat Tugas kepada Syamsul Bahri, S.Pd. sebagai Koordinator FAM Indonesia cabang Kolaka Utara oleh pengurus FAM Indonesia pusat di Kediri, Jawa Timur.  Bersama Dian Maharani, S.Pd., Shaltya Murindasari, dan lain-lain sebagai pengurus. 

    Dalam usia yang belia, pengurus FAM Indonesia cabang Kolaka Utara telah menerima dan menghadiri undangan literasi dari FAM Indonesia cabang Sulawesi Tengah pada Agustus 2018 baru-baru ini yang juga dihadiri pengurus FAM daerah lain.  

    Kehadiran FAM Indonesia di Kolaka Utara diharapkan dapat menjadi wadah literasi yang berkesinambungan dalam penggalakan literasi nasional. Sudah barang tentu mengharapkan dukungan dari semua pihak untuk bersinergi guna meningkatkan SDM kaum muda dan membangun pendidikan karakter bangsa melalui literasi.  

    Kolaka Utara, 7 September 2018
    FAM Indonesia wilayah Sulawesi


    Ket Foto:
    1. Alvin Shul Vatrick (Koordinator FAM Indonesia wilayah Sulawesi) bersama Syamsul Bahri (Koordinator FAM Indonesia cabang Kolaka Utara) usai pertemuan dalam rangka pembentukan FAM Kolaka Utara.

    2. Kunjungan pengurus FAM Kolaka Utara dalam rangka menghadiri acara Sulteng Bergaung Puisi di Kota Palu wilayah kerja FAM Sulawesi Tengah. 
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Pembentukan FAM Indonesia Cabang Kolaka Utara Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top