Skip to main content

Pengumuman Pemenang Lomba Cipta Cerpen Bertema “KARNAVAL"


Selamat Anda jadi Pemenang!

Pengurus Pusat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, 12 September 2018, mengumumkan Pemenang Lomba Cipta Cerpen Bertema “Karnaval”. Setelah membaca keseluruhan naskah (200-an naskah cerpen), memilih naskah-naskah terbaik, maka Tim FAM Indonesia memutuskan nama-nama dan judul cerpen pemenang sebagai berikut:

JUARA 1:
Erwin Setia, Bekasi
Judul Cerpen: Karnaval Kesedihan di Kota Sendu

JUARA 2:
Lily Rosella, Jakarta
Judul Cerpen: Scane of Carnaval

JUARA 3:
Lailatul Kusuma Jatri, Kendal
Judul Cerpen: Karnaval Tikus

SELAMAT KEPADA PARA PEMENANG!

SEBAGAI tanda apresiasi dan penghargaan, FAM Indonesia memberikan hadiah sebagai berikut:

TERBAIK 1:
Uang Tunai Rp150.000 + Voucher Pulsa + Naskah dibukukan + Piagam Penghargaan

TERBAIK 2:
Uang Tunai Rp100.000 + Voucher Pulsa + Naskah dibukukan + Piagam Penghargaan

TERBAIK 3:
Uang Pembinaan + Voucher pulsa + Naskah dibukukan + Piagam Penghargaan


FAM Indonesia juga akan membukukan 28 cerpen Pilihan lainnya. Judul-judul cerpen terpilih untuk dibukukan sudah diumumkan.

Demikian pengumuman ini disampaikan. Keputusan dewan juri yang terdiri dari Tim FAM Indonesia bersifat mengikat dan mutlak. Atas perhatian dan kemakluman diucapkan terima kasih.

Salam literasi,
FAM INDONESIA

CATATAN:
1.  Pemenang Utama (1, 2 dan 3) diharapkan menghubungi admin FAM Indonesia melalui email: aishiterumenulis@gmail.com
2.  Pengurusan hadiah diharapkan melampirkan scan fotocopy Tanda Pengenal (KTP/Kartu Mahasiswa/Kartu pelajar) serta menyebutkan judul puisi pemenang serta alamat lengkap domisili dan nomor HP.
3.  Mengirimkan nomor rekening untuk pengiriman hadiah uang tunai.
4.  Seluruh PESERTA akan mendapatkan PIAGAM PENGHARGAAN (E_Piagam) dari FAM Indonesia, dikirim dalam format PDF/JPEG ke alamat email masing-masing peserta. Proses pengiriman piagam dilakukan bertahap tanggal 15 September 2018. Batas pengiriman piagam 30 September 2018.

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…