Skip to main content

Bait-Bait Cinta


Judul: Bait-Bait Cinta
Penulis: 37 Penulis
Kategori: Kumpulan Puisi
ISBN: 978-602-335-354-5
Terbit: Oktober 2018
Tebal:  ix + 89 hal; 13 x 19 cm
Harga: Rp55.000,-
(Harga belum termasuk Ongkir)

A. Sella Nur Afifah, Ahmad Zubaidi, Amalia Fitrianingsih, Andri, Atin Nurfajriana, Berthold Sinaulan, Beta Karlistiyaningsih, Fandy Aprianto Rohman, Febrieza Rahmadani, Fitri Indahyani, Fitriyani Hasibuan, Ichsan Fakhrudin, Irma Fitria Ningsih, Khunatun Naziroh, Laili Hari Lestari, Lhya Marsya, Melany Setia Astuti, Muhammad Nur Huda, Nur Dahira, Nurkholipah, Nurul Istiawati, Raden Rita Yusri, Rahmadhani Triastomo, Rahmi Mardatillah, Renee Usshy, Rugi Astutik, Sa'adah Nur Kamilah, Siti Juhairiah, Siti Mukaramah, Siti Nur Komariah, Siti Nurhazizah, Siti Nurul Izzah, Sri Milawati Asshagab, Tika Coelogyne, Warsono, Yudi Rahmatullah, Yunia Tiara Riski

Penerbit FAM Publishing, Divisi Penerbitan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia, sebagai wadah kepenulisan nasional tergerak membukukan puisi-puisi akrostik itu dengan mengkhususkan tema "Nama Orang yang Dicintai". Satu naskah puisi berupa nama-nama orang yang dicintai seperti nama ayah, ibu, kakak, adik, suami, istri, sahabat, dll.

Dalam buku ini, sejumlah penulis mengekspresikan bentuk cintanya menjadi sebuah karya yang menggugah, inspiratif dan menarik dibaca waktu senggang. Semoga buku ini bermanfaat. 

*Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan.


[Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 0812 5982  1511/081350051745, atau melalui penulis. Bisa juga via email: aishiterumenulis@gmail.com, dan kunjungi web kami di: www.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…