• Info Terkini

    Saturday, November 17, 2018

    Ketua FAM Indonesia, Cabang Bosowasi/Putra Wajo Raih Gelar Doktor Termuda dan Cum Laude di Universitas Negeri Surabaya


    Tepatnya hari ini, Sabtu (17/11/2018), Univeristas Negeri Surabaya kembali mewisuda mahasiswanya. Jumlah wisudawan untuk periode ke-93 2018 ini sebanyak 1.447 wisudawan dengan tingkatan ahli madya, sarjana, dan doktor. 

    Salah seorang wisudawan termuda program doktor periode ke-93 ialah putra berdarah Bugis Wajo, Sulawesi Selatan, tepatnya berkelahiran Doping, 22 Agustus 1985. Dia ialah Muhsyanur, putra dari Bapak Almarhum Muh. Syahrir, A.Ma. (Guru Agama SDN 307 Doping Lama) dan Hj. Besse Nur Afiah.


    Muhsyanur berhasil menyelesaikan studi doktor dalam waktu 3 tahun 7 bulan pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya. Muhsyanur merupakan lulusan kedua dari prodinya dan untuk angkatan 2014.

    Muhsyanur telah mengangkat penelitian dengan judul  Representasi Budaya dalam Nyanyian Rakyat Bugis: Kajian Etnopuitika, yang dipertahankan dalam ujian terbuka promosi doktor di depan 8 (delapan) orang guru besar/professor, pada (30/5/2018), lima bulan yang lalu dengan hasil *cum* *laude* (pujian) dan IPK 3.89.

    Muhsyanur beralasan bahwa saat ini, untuk menghadapi era disrupsi 4.0 perlu menggali potensi kedaerahan. Etnik Bugis merupakan salah satu etnik yang kaya akan budaya dan warisan tradisinya. Oleh karena itu, perlu dilestarikan sebagai pondasi dalam memertahankan eksistensi nilai-nilai budaya lokal (local wisdom). Bangsa yang maju ialah bangsa yang mengedepankan dan melestarikan kekayaan budaya lokalnya. Jelas Muhsyanur, Almuni Program Doktor Universitas Negeri Surabaya ini.


    Apa yang saya raih pada hari ini merupakan berkat dukungan dan doa dari mereka yang hebat. Mereka ialah kedua orang tua, istri, anak, adik-adik, sahabat, teman, mahasiswa, dan orang-orang yang memberi dukungan. Namun, teristimewa gelar doktor ini saya persembahkan kepada orang yang banyak memberi motivasi, doa, dan dukungan, ayahanda tercinta yang seharusnya mendampingi saya di puncak akhir studi ini. Namun, Allah telah mencintainya dan memanggilnya kembali ke sisi-Nya. Padahal, jauh-jauh sebelumnya kami telah merencanakan untuk berangkat bersama ke Surabaya. Tetapi ternyata, rencana Allah lebih indah. Ungkap Muhsyanur dengan nada sedih bercampur bahagia.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Ketua FAM Indonesia, Cabang Bosowasi/Putra Wajo Raih Gelar Doktor Termuda dan Cum Laude di Universitas Negeri Surabaya Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top