Skip to main content

Kompetisi Hati Chef Ay & Manajer Hua


Judul: Kompetisi Hati Chef Ay & Manajer Hua
Penulis: Aliya Nurlela
Kategori: Novel Serial Risoles Kota Manis Jilid 3
ISBN: 978-602-335-408-5
Terbit: Oktober 2018 
Tebal: viii + 284 hal; 14 x 21 cm
Harga: Rp70.000,-
(Harga belum termasuk ongkir)


Persaingan dua pria yang sama-sama setara dalam fisik, karir dan kemapanan, membuat En sering dirundung dilema. Satu sisi, ada chef tegap nan tampan. Dialah, Chef Ay, sang tutor di kelas kompetisi kuliner. Di sisi lain, ada manajer gagah nan rupawan. Dialah, Manajer Hua, tangan kanan Tuan Baozhai dari Perusahaan Chang.

Sejak dipertemukan di Dapur Ernesto, kedua pria itu menaruh hati pada En. Mereka bersaing secara halus. Saling menyindir, saling berlomba mendapatkan En, termasuk saling menjegal niat satu sama lain. Meskipun Chef Ay belum terus-terang, mengatakan perasaannya pada En, namun dari sikap cemburunya pada Manajer Hua, sangat terlihat kentara. Sebaliknya, Manajer Hua sudah berterus-terang menyatakan perasaannya pada En. Bahkan, pria gagah itu, terus-terang melamar En.

En makin dilema. Rasa cintanya hanya tersimpan untuk Chef Ay, bukan Manajer Hua. Namun tak dipungkiri, En juga mengagumi Manajer Hua dari sisi perhatian yang selalu diberikan. En, tidak berani memutuskan. Ia berharap, suatu saat Chef Ay akan terus-terang mengungkapkan perasaannya. Ia akan menanti, hingga hari itu tiba. Ia mengabaikan lamaran Manajer Hua dengan berbagai alasan. Manajer Hua tak menyerah, ia terus mengejar cinta En. Di satu sisi, Chef Ay makin sering memberikan perhatian. En makin dilema. Dua hati bersaing, memanas!

*Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan.

[Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 081350051745, atau melalui penulis. Bisa juga via email: aishiterumenulis@gmail.com, dan kunjungi web kami di: www.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…