Skip to main content

[PAKET HEMAT IRIT FAM PUBLISHING]


Setelah sukses menggelar event naskah terbit gratis untuk tiga jenis tulisan (puisi, cerpen dan novel) dan tercatat ada 52 yang mengirimkan naskah. Saat ini, naskah tersebut sedang dalam proses seleksi dan diumumkan setelah tanggal 20 November 2018. Sambil menunggu pengumuman, naskah siapa saja yang terpilih, maka FAM Publishing membuka kesempatan menerbitkan naskah melalui paket hemat irit.



Paket ini lebih irit dari paket hemat FAM Publishing sebelumnya. Paket hemat ini bisa disesuaikan dengan biaya yang Anda miliki. Sangat terjangkau. Bisa cetak buku dengan jumlah seminimal mungkin (sesuai permintaan). Promo ini berlaku mulai 15 November sd 30 November 2018. Adapun ketentuannya:

1.      Naskah bisa berupa naskah tunggal maupun antologi (puisi, cerpen, novel, nonfiksi).

2.      Naskah ditulis di microsof word, ukuran kertas kuarto A4, jenis huruf Time New Roman, ukuran huruf 12, spasi 1 atau 1,5. Minimal halaman 50 halaman.

3.      Naskah yang layak akan diterbitkan dengan sistem self publihing.

4.      Biaya penerbitan terjangkau, disesuaikan kemampuan penulis.

Info lebih lengkap, silakan hubungi: fampublishing@gmail.com. Atau CP: 081350051745.

So, jangan ketinggalan. Ikuti ya!

FAM PUBLISHING

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…