Skip to main content

Selamat Anda Terpilih Jadi Salah Satu PESERTA EVENT TER-AKTIF 2018 di FAM Indonesia!


Setiap akhir tahun, Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia memberikan beberapa penghargaan kepada para penulis, agen marketing, ketua cabang dan admin yang bekerja di kantor FAM. Untuk tahun ini, kami sengaja memberikan penghargaan kepada para penulis yang rutin mengikuti event-event; baik event lomba maupun antologi. Penghargaan ini diberikan khusus kepada penulis—yang selain aktif mengikuti event—juga bisa menjaga nama baik FAM (tidak ada catatan merah). Terpilihlah 75 penulis!

Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas partisipasi aktif Anda selama ini. Semoga Anda tetap loyal dan makin aktif berkarya.

Adapun nama-nama penulis teraktif, sebagai berikut (update diurut berdasarkan abjad):

1. A. Sella Nur Afifah (Kepulauan Selayar)
2. Adie Canester (Karawang)
3. Agus Nurjaman, S.Pd (Bandung)
4. Aida Fitriyati (Pujon)
5. Aksan Al Bimawi (Samarinda)
6. Alfina, S.Si (Payakumbuh)
7. Aluna Syagus (Padang)
8. Andy Loperazta (Malang)
9. Analysa Surbakti (?)
10. Anggi Wahyu Risqiani (?)
11. Arikmah Kamal (Surabaya)
12. Asep Ricky Subagya (Jakarta Utara)
13. Bella Safira Rj (Pekanbaru)
14. Beta Karlistiyaningsih (Pontianak)
15. Brillian Eka Wahyudi (Jakarta Barat)
16. Budi Rahmah Panjaitan (Medan)
17. Denik Ayuk Nuramaliya (Surabaya)
18. Desma Hariyanti (Bandarlampung)
19. Dhiya Rainy (Jakarta)
20. Diki Rifaldi (Tangerang)
21. Dikky Agung Supriadi Hariri (Majalengka)
22. Doni Subrata S.Pd (Yogyakarta)
23. Eli Wahyuni (Malang)
24. Erina Budi Purwantiningsih (Kediri)
25. Febbi Sena Lestari (Blitar)
26. Febrieza Rahmadani/Uni Reza (Solok)
27. Ferril Irham Muzaki (Malang)
28. Frandea Yolangga (Lampung Selatan)
29. Gunawan (?)
30. Hasmita Maya (Medan)
31. Helga Maryam (Bekasi)
32. Herdian Armandhani, SE (Denpasar)
33. Herdita Rahmadianingtyas (Balikpapan)
34. Irawati (Pidie)
35. Jerry Ryan Pambudi (Jombang)
36. Laras Sekar Seruni (Tangerang)
37. Linda Lubi (Lhokseumawe)
38. Lydia Nakhluz Petrovaskaya (Bengkalis)
39. Melyani Dwi Astuti (Surabaya)
40. Muhammad Nur Huda (Demak)
41. Nur Dahira (Bantaeng)
42. Nandar Ramdani (Ciamis)
43. Panggih Cahyo Setiaji (Bandung)
44. Pepih Nurlelis (Purbalingga)
45. Pipin Pirmansyah (Bandung Barat)
46. Raden Rita Maimunah (Padang)
47. Rina Pujiarsih, SE., S.Pd (Solo)
48. Rizaldi Noverisman (Lampung)
49. Rofi’ah (Blitar)
50. Sa’adah Nur Kamilah (Bandung)
51. Salwa Khairani Mayra (Padang)
52. Singgih Suseno (Bekasi)
53. Siti Nur Komariah (Sorong)
54. Sofian Hadi (Ponorogo)
55. Sonny Wilson (Surabaya)
56. Sri Novita (Tanah Datar)
57. Suci Larassaty (Depok)
58. Suseno (Bengkalis)
59. Syifa Maulidina (Depok)
60. Tatiek Purwanti (Malang)
61. Tika Coelogyne (Hulu Sungai Tengah)
62. Titus Adhi Sukmana (Semarang)
63. Ulis Fajar Isyaningsih (Sidoarjo)
64. Upia Nuraeni (Purwakarta)
65. Vanya Salsabila Rofinanda (Mojokerto)
66. Widwi Asten (?)
67. Wira Sukma, S.Pd.I (Rokan Hulu)
68. Wirdanengsih (Kalong)
69. Walrina (Kutai Kartanegara)
70. Yesa Wijaya (Sukabumi)
71. Yudi Rahmatullah (Pandeglang)
72. Yulli Hariyani (Trenggalek)
73. Yunaz Ali Akbar Karaman (Surabaya)
74. Yusrina Ana Kholishoh (Sleman)
75. Zuraini (Bangka Belitung)

Apa fasilitas yang didapatkan? Silakan dicermati di bawah ini:

1. Seluruh peserta terpilih akan mendapatkan piagam penghargaan. 

2. Profil penulis yang bersangkutan, akan diterbitkan di website FAM Indonesia. 

3. Bagi yang belum tercatat sebagai anggota FAM Indonesia, bisa langsung mendaftar tanpa biaya registrasi. 

4. Bagi yang memiliki buku tunggal dan telah diterbitkan oleh FAM Publishing, diberikan fasilitas cetak ulang buku dengan bonus satu buku, tiap kelipatan cetak 3 buku (berlaku selama 3 bulan). 

5. Bagi yang memiliki buku antologi dan telah diterbitkan oleh FAM Publishing, diberikan fasilitas cetak ulang buku dengan bonus satu buku, tiap kelipatan cetak 3 buku (berlaku selama 3 bulan). 

6. Bagi yang ingin menerbitkan naskah tunggal maupun antologi di FAM Publishing, mendapat potongan 30 persen dari harga paket yang dipilih. Bisa cetak seminimal mungkin dengan harga terjangkau (berlaku selama 6 bulan). 

7. Bagi yang ikut proyek antologi berbayar di FAM Publishing, cukup membayar 60 persen biaya pembelian buku (berlaku selama 8 bulan).

8. Bagi yang berminat kerjasama dengan FAM Publishing, misal menjadi suporter hadiah lomba, pemberitaan kegiatan dll diberikan peluang terbuka.

Demikian fasilitas yang bisa Anda dapatkan. Semoga bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bagi Anda yang belum terpilih tahun ini, ikuti terus event-event FAM Indonesia. Salam literasi!
FAM INDONESIA

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…