Skip to main content

Nyanyian Sang Bayu


Judul: Nyanyian Sang Bayu
Penulis: 46 Penulis
Kategori: Kumpulan Puisi
ISBN: 978-602-335-396-5
Terbit: Oktober 2018
Tebal:  x + 124 hal; 14 x 21 cm
Harga: Rp55.000,-
(Harga belum termasuk Ongkir)




Adie Canester, Agnes Vivi Lestary, Andan Sari Nurbaty, Andri Mardiani, Apri Kuncoro, Ariani Insyirah, Arie Png Adadua, Briliani Putri Pijar Pratiwi, Brillian Eka Wahyudi, Budhi Setawan, Cahyadi permana Al-Hijad, Caswitin, Desi Indriyani, Desma Hariyanti, Devi Novianti, Ferril Irhan Muzaki, Gretty Silvia Manurung, Hariani Oktavia Damayanti, Irma Lismayani, Khatami Zakaresa, M. Faradina Hanifa, M. Kholilur Rohman, Maria Ulfa, Niada Lestari, Novia Anggraeni, Novrian Erintias Haqiki, Nuraini, Paris Ahmad Suyuti, Puji Lestari, Rahayu Widayanti, Retno Putri, Ria Juliantika, Rizqi Anisah, Rufaifa Abdullah, Sholihin Abdurrahman, Siqid Pramudito, Siti Aisyah Oktaviani, Siti Rehakumul Daningsih, Tjut Nyak Dhien, Toni Indra Prasetio, Winnie Tunggal Mutika, Yani Faoji Yulie Soekmasari, Yulvia Zarnis, Zuli Hanifah, Zuraini.

Angin, Sang Bayu, terkadang ada banyak sekali cerita darinya. Entah itu kenangan menyebalkan seperti jemuran yang beterbangan karena angin, hingga kenangan mengerikan seperti pohon tumbang tepat di depan mata akibat ulah angin. Tanpa kita sadari, angin menjadi salah satu sumber inspirasi karena telah menyumbangkan berbagai kenangan yang bervariasi.

Terpilih 46 penulis yang karyanya telah dibukukan bersama dalam antologi berjudul "Nyanyian Sang Bayu" ini. Dengan adanya buku ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi untuk tetap berkarya.


*Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan.

[Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 0812 5982  1511/081350051745, atau melalui penulis. Bisa juga via email: aishiterumenulis@gmail.com, dan kunjungi web kami di: www.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…