Skip to main content

PROFIL 75 PENULIS/PESERTA EVENT TER-AKTIF 2018 FAM INDONESIA; RADEN RITA MAIMUNAH


RADEN RITA MAIMUNAH sering menggunakan nama Pena Raden Rita Yusri, lahir di Cianjur-Jawa Barat pada tanggal 2 Pebruari, anak ketiga dari delapan orang bersaudara, putri dari Bapak Raden Aja Soelaeman (alm.pensiunan polisi) dan Ibu Raden Aminah Soedjatna (almh.). Raden Rita Maimunah mulai menulis puisi, cerpen dan novel sejak tahun 1977.

Karya-karyanya lebih banyak disimpan untuk konsumsi sendiri ketimbang dipublikasikan di media cetak. Di samping itu, ia juga sempat bergabung dengan group BUMI (teater, sastra, dan seni rupa) asuhan alm. Wisran Hadi di Padang. Pendidikan formal terakhirnya adalah Sarjana Ekonomi lulusan dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi - Keuangan Bank dan Pembangunan (STIE-KBP) Padang.

Raden Rita Maimunah (yang akrab dipanggil ‘Itak’) selama ini jarang mempublikasikan karyanya, namun diam-diam ibu tiga anak ini termasuk yang rajin mengirimkan puisinya untuk diterbitkan dalam buku antologi puisi, yang digagas oleh berbagai pihak di Indonesia. Ada dua puisinya yang masuk dalam Antologi puisi yang digagas oleh Malaysia.

Puisi-puisi Itak kini dimuat dalam banyak buku antologi, di antaranya: “Patah Tumbuh Hilang Berganti” (Palagan Press, 2015), “Memo Untuk Wakil Rakyat” (Forum Sastra Surakarta, November 2015), “Memo Anti Teroris” (Forum Sastra Surakarta, April 2016), “Memo Anti Kekerasan terhadap Anak – MAKTA”, (September 2016), Antologi Tadarus Puisi (2017), “ Antologi Pesan cinta untuk sahabat ( Jan 2017)”, “Antalogi GSM - “Gema Sonia Temasik” (2017), “Antologi Puisi Aceh 5:03 6,4 SR” (April 2017), “Antologi Puisi Menolak Korupsi 6 –PMK 6” (Forum Sastra Surakarta, Juni 2017), buku antologi cerpen “Selendang Mayang” (AWWA -Asean Women Writer’s Association, Juli 2017). , “Goresan Pena Antologi Bebas” --mendapat juara 3-- ( Juli 2017), Antologi Puisi tentang Masjid ( 25 Agustus 2017)”. “Antologi Puisi Dream” (diadakan oleh Uwais, Oktober 2017), “Antologi Taram-Temaram (Oktober 2017)”, “Antologi Puisi tentang Ayah” (Naa Publisher, 2017)”, “ Antologi Puisi Sketsa wajah Ibu Ibu” (diadakan oleh AWWA -- Asean Women Writer’s Association), “Antologi Puisi sedekah Puisi (2018), “Antologi Puisi Indonesia Lucu (2018 ). “Antologi Puisi Wangian Kembang ( Malaysia ) (2018)”. “Antologi Puisi yang di adakan Gapena (Malaysia)( 2018)”. “Antologi Puisi Sebuah Wasiat (2018)”. “Antologi Puisi Kesaksian Tiang Listrik (jan 2018) ”. “Antologi Puisi Aksara Merah Jambu( Juni 2018)“. “Antologi Puisi Brantas (5 Juli 2018)“. Antologi Puisi Ramadhan(2018). “ Antologi Puisi Sebuah Cerita Tentang Sepi (5 Juli 2018)”. Antologi Puisi Merawat Jiwa yang hilang ( 10 Agustus 2018)”. “Antologi Puisi Kasih sayang untuk ibu (16 Feb 2018) “,Antologi Puisi tema Pendidikan (10 Jan 2018 )”. “Antologi Perpisahan” (Aksara Aurora)”. “Antologi Sajak Khusus Perempuan” (Poetry Publisher)”. “Antologi Sirung Sastra “Langit Senja Jati Gede”, “Antologi Hingga Akhir Waktu”. “Antologi Puisi tema Perempuan titisan senja ( 23 Nov 2018 )” “Antologi Puisi Bait-bait cinta (pril 2018)”. “Antologi Puisi tema Keluarga( 20 Mei 2018 )”. “Antologi Puisi tema Mimpi (Mei 2018)”. ‘Antologi Tema Sahabat” (FAM publising), “Antologi Puisi tema Kenangan Masa lalu 11 September 2018”. “Antologi Puisi Bertema IBU” (diadakan oleh FAM), “Antologi Puisi bertema Waktu (FAM)”. Antologi Puisi Birunya Lautku(FAM)”. “Antologi Puisi Eksotik (FAM)” . Antologi Puisi Tema keindahan Alam(15 Oktober 2017, FAM)”. “Antologi Puisi Sebait Rindu”. “Antologi Puisi tema Pertama Kali” . “Antologi Puisi tema resah” . “Antologi Puisi Tanah Airmata” . “Antologi Puisi Menjemput Rindu ditaman maluku”. “Antologi Puisi Paduan karsa jilid 5”. “Antologi Puisi Paduan karsa jilid 6 ”. “Antologi Puisi Jejak Kehidupan ” . “Antologi Puisi Satrio Piningit” . “Antologi Puisi Kutulis namamu dibatu”. Antologi Puisi Tunggal “ Tak Ada Kata “. “Antologi Puisi Tunggal “Senandung Rindu”. “Antologi Puisi Mbleketek”.” Antologi Puisi Lumbung Puisi.”[FAM]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…