Skip to main content

PROFIL 75 PENULIS/PESERTA EVENT TER-AKTIF 2018 FAM INDONESIA; BETA KARLISTIYANINGSIH



Beta Karlistiyaningsih, biasa dipanggil Beta dengan nama pena Adeta Fahriani lahir di Singkawang, Kalimantan Barat pada 07 November 1996. Merupakan mahasiswi dari STIKes YARSI Pontianak, program studi pendidikan profesi Ners. Motto hidup yang selalu dipegang adalah Don’t be afraid to try something as long as it’s a positive thing.

Semenjak duduk di sekolah dasar, ada beberapa prestasi yang pernah saya torehkan. Mulai dari mengikuti lomba membaca puisi, mengarang,  dan pidato. Ketika duduk dibangku SMP, saya pernah mengikuti seleksi OSN dalam bidang ilmu pengetahuan sosial di tingkat kabupaten. Selanjutnya di SMA saya juga pernah mengikuti seleksi OSN dalam bidang Astronomi ditingkat provinsi. Saya juga pernah mengikuti lomba MTQ ke V Tingkat Kota Singkawang tahun 2013, juara 3 syarhil qur’an golongan puitisasi. Selain itu, saya juga pernah mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XI Kalimantan Barat tahun 2014 dicabang olahraga Shorinji Kempo. Alhamdullilah saya mendapatkan medali perunggu dikala itu.

Selain prestasi non akademik yang pernah saya capai, prestasi akademik juga mengantarkan saya untuk masuk ke perguruan tinggi melalui jalur undangan. Dunia perkuliahan membuat saya semakin banyak belajar baik dalam akademik maupun non akademik. Selama beberapa semester yang saya lalui, saya mulai menorehkan prestasi yang sangat memuaskan untuk diri saya sendiri, diantaranya adalah menjadi 3 terbaik dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tingkat Kopertis Wilayah  XI (PILMAPRES) 2018. Selain itu, saya juga menjadi juara kedua dalam acara Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Tahun 2018 Kalimantan Barat cabang lomba penulisan puisi. Selain itu, saya juga menjadi salah satu finalis dalam acara Pemilihan Duta Anti Narkoba 2019 Kalimantan Barat. Meskipun belum tahu hasil akhirnya. Beberapa hari yang lalu saya juga mengikuti kegiatan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XII tahun 2018 Kalimantan Barat cabang olahraga Shorinji Kempo. Meskipun hasilnya tidak memuaskan seperti di tahun 2014.

Semenjak duduk di sekolah dasar, saya sudah mencintai organsasi. Baik itu Pramuka dan Osis bahkan Paskibra pun pernah saya ikuti. Duduk di bangku kuliah semester kedua, saya menjadi staf  PSDM di BEM dan  staf Humas di LDK kampus. Selain itu, saya juga menjadi staf PSDM di ILMIKI (Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) sebagai pengurus harian wilayah (PHW) VII regional Kalimantan. Mulai dari tahun 2017-2019 saya menjadi PHW dan menjabat sebagai Kepala Dirjen PSDM ILMIKI wilayah VII regional Kalimatan.

Saya hobi menulis semenjak duduk dibangku kelas 2 sekolah dasar. Puisi pertama yang pernah saya tulis berjudul pelangi. Sudah hampir puluhan karya pernah saya tulis, namun sama sekali tidak pernah saya ekspos. Ketika saya mulai mengenal FAM, disitu saya mulai berani mencoba untuk mengekspos hasil karya yang telah saya buat. Hingga akhirnya, ada beberapa judul puisi saya yang telah diterbitkan oleh FAM. Senang rasanya dapat membuat suatu karya dan dapat dinikmati oleh orang lain. Harapan ke depan, saya ingin mencoba untuk menulis naskah monolog maupun novel. Dua hobi yang saya tekuni, yaitu menulis dan bela diri yang akhirnya mampu membawa saya pada orang yang lebih memiliki ilmu sehingga saya mampu untuk belajar kepada mereka. [FAM]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…