• Info Terkini

    Monday, December 31, 2018

    PROFIL 75 PENULIS/PESERTA EVENT TER-AKTIF 2018 FAM INDONESIA; DHIYA RAINY


    Dhiya Rainy, adalah nama pena dari gadis penyuka hujan ini. Lahir di sebuah desa terpencil dalam lingkup kabupaten Padang Pariaman pada tanggal 14 September 1996 dengan nama lahir Mardianis. Jauh sekali ya , dengan nama penanya. Yang  penting ada kata “dia” sebagai nama panggilannya dari kecil.

    Penulis yang memutuskan merantau ke Jakarta pada akhir 2015 setelah menamatkan SMA-nya ini sama sekali tidak menyangka bisa terjun kedalam dunia tulis-menulis. Bahkan dari kecil ia tak pernah menyangka hobinya membaca novel, menulis puisi untuk tugas sekolah menjadi suatu hal yang ia banggakan sekarang.

    Di Ibu Kota inilah, ia mulai berani mempublikasikan tulisannya pada dunia, berani mengekspresikan apa yang dirasanya dalam bentuk tulisan. Selama sekolah bakat itu hanya dipendamnya, dengan alasan malu dan minder pada teman-temannya, nyatanya teman-teman yang membuatnya minder itu tak ada satu pun yang terjun ke dalam dunia literasi.

    Sekarang keberanian itu telah terkumpul, menjadikannya gadis pemimpi yang suatu hari namanya berbaris bersama penulis ternama Indonesia. Setidaknya orang-orang mengenalnya sebagai penulis. Meskipun belum terlalu lama terjebak dalam dunia literasi, Alhamdulillah berbagai karya telah dihasilkannya, dua buku tunggal yang diterbitkan secara indie (kumpulan puisi “Hujan Merangkai Rindu (2017) dan novel “Gadis Kecil Patah Hati (2018). Serta berbagai antologi puisi dan cerpen dari berbagai penerbit indie tentunya. Termasuk menjadi penulis terpilih dalam event FAM Indonesia salah satunya dalam buku “ Lewat Angin Kukirimkan Segenggam Doa Buat Abahku, Nyanyian Tahun Yang Tak Kulagukan Rindu”. Berbagai piagam penghargaan dari penerbit indie telah diraihnya, paling banyak mungkin dari FAM Publishing meskipun juara belum pernah diraihnya, setidaknya penghargaan itu menjadi motivasinya untuk terus berkarya.

    Meskipun pekerjaan utamanya bukan sebagai penulis namun dalam waktu 24 jam itu selalu disisihkannya untuk menulis. Pagi sampai sore waktunya tersita untuk pekerjaan sebagai karyawan di toko obat, malam harinya dia bagi untuk menulis, membaca novel tak lupa istirahat. Terkadang 30 menit di pagi harinya disisihkan untuk melanjutkan novel yang lagi dikerjakannya.

    Impian gadis ini tidaklah sulit, tapi mewujudkannya butuh kekuatan ekstra. Dia berharap suatu hari nanti orang-orang yang memandangnya sebelah mata, menghina bahkan mencemooh tentang hidupnya akan tersenyum bahagia melihat keberhasilannya. Menjadi anak kebanggaan orang tua dan keluarga, namanya bukan lagi dianggap receh. Semoga suatu hari bisa terwujud. [FAM]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: PROFIL 75 PENULIS/PESERTA EVENT TER-AKTIF 2018 FAM INDONESIA; DHIYA RAINY Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top