Skip to main content

PROFIL 75 PENULIS/PESERTA EVENT TER-AKTIF 2018 FAM INDONESIA; GUNAWAN



Gunawan. Lahir di Doro Luwu, 10 September 1989. Buah hati dari pasangan Ibu Siti Nuraeni dan Bapak Bakri Murthalib, seorang petani. Putra asli Desa Bumi Pajo, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima ini merupakan alumnus Pendidikan Matematika UIN Alauddin Makassar. Pernah ikut berpartisipasi dalam program Gerakan Seribu Buku (GSB) yang diselenggarakan oleh Rektor UIN Alauddin Makassar pada tahun 2013 dan tahun 2014.

Hingga kini telah menelurkan 19 judul buku. Juga, sebagai penyunting/editor, dan telah menyunting beberapa buku hasil karya penulis lainnya. Beberapa buku solo lagi siap masuk dapur penerbit. Ada yang fiksi, ada juga yang nonfiksi.

Setiap hari selalu menyempatkan waktu untuk menulis, menulis, dan menulis. Rutin. Baik nonfiksi maupun fiksi. Beberapa tulisan sederhananya bisa dibaca di blog pribadi (bumipajo-edu.blogspot.com), di Kompasiana.com (kompasiana.com/gunawanbp), dan/atau di akun Facebook. Puluhan karya tulisnya juga pernah dimuat di PewartaNews.com.

Sakit pun tak menyurutnya untuk menelurkan tulisan demi tulisan. Baginya, menulis mampu menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Sehingga, sakit yang dideritanya sedikit demi sedikit membaik. Setidaknya, itu yang dirasakan olehnya. Justru, dengan berhenti menulis, pikirannya tambah gelisah dan seolah ada yang hilang dalam diri. Dan, obatnya, ya, hanya dengan menulis itu sendiri.

Senang dan bahagia sekali, bila bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada sesama, telebih melalui karya tulis. Maka, yang menjadi salah satu agendanya kini, adalah berbagi dan menyebarkan virus literasi kepada siapa pun yang membutuhkan. Baik di dunia maya maupun di alam nyata.

Pemuda yang pernah mengenyam pendidikan di SDN Rora, SDN Padende, SMPN 1 Dompu, dan SMAN 1 Kempo ini, bisa dihubungi di surel: gunawan.mtk@gmail.com. Facebook: Gunawan Mat’uin. Instagram: @mr_gun_mijo. Twitter: @Gunawan MIJO. WhatsApp dan Telegram: 082347310849. [FAM]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…