Skip to main content

Rembulan Malam


Judul: Rembulan Malam
Penulis: 26 Penulis
Kategori: Puisi
ISBN: 978-602-335-411-5
Terbit: November 2018
Tebal:  v + 77 hal; 14 x 21
Harga: Rp55.000,-
(Harga belum termasuk Ongkir)

Alvin Shul Vatrick, Analysa Br Surbakti, Beta Karlistiyaningsih, Briliani Putri Pijar Pratiwi, Chalimah Nur Sakhiyah, Dea Septiyani Jayanti, Desma Hariyanti, Ellyas Hermansyah, Fatimatuzzahra, Ferril Irham Muzaki, Honorius Arpin, Maria Ulfa, Muhlis Hatba, Nana Suryana, Niada Lestari, Novita Purwatiningtyas, Rahayu Widayanti, Rinachan, Rose Handayani, Siti Sarah, Sitti Hajar, Srie Astuty Asdi, Sukma Sinta Cemara, Tjut Nyak Dhien, Totok Satriyonunggal Wahyucokro, Widwi Astuti.

Rembulan malam, kira-kira kisah apa yang bisa diangkat dari tema ini? Mungkin tentang perasaan yang sulit diungkap saat menghadap rembulan yang indah di malam hari? Ataukah seseorang yang mendadak menerobos ingatan kita saat itu juga? Apa pun itu, rembulan malam pasti memiliki kesan dan kisah berarti yang ingin kita tuang dalam sebuah tulisan. Dengan tema 'Rembulan Malam', FAM Indonesia mengajak penulis-penulis kreatif seperti Anda untuk menuangkan ide dalam sebuah puisi. Terkumpul 26 penulis yang bergabung dalam event ini. Berharap dengan terbitnya antologi puisi ini, para generasi penerus Indonesia akan lebih aktif dalam kegiatan literasi. 


*Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan.


[Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 0812 5982  1511/081350051745, atau melalui  penulis. Bisa juga via email: aishiterumenulis@gmail.com, dan kunjungi web kami di: www.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…