Skip to main content

Tentang Anya, Anak yang Suka Bertanya


Judul: Tentang Anya, Anak yang Suka Bertanya
Penulis: 62 Penulis
Kategori: Kumpulan Cerpen Anak
ISBN: 978-602-335-391-0
Terbit: Oktober 2018
Tebal:  X + 377 hal; 14 x 21 cm
Harga: Rp77.000,-
(Harga belum termasuk Ongkir)

10 Cerpen Terbaik

Anggit Febrianto, Budi Setiawan, Nurul Badriah, Azizah Masdar, Brillian Eka Wahyudi, Encim Supriyatna, Erina Budi Purwantiningsih, Helga Maryam, Rizky Wahyu Saputra, Tika Coelogyne

62 Nominator

Adila Huwaida, Agus Nurjaman, S.Pd., Ahmad Syafii, Aida Fitriyati, Amalia Mardiatul Maula, Aminah Sasi Mei, Anggi Dwi Lestari, Ardani H.K, Aura Rahma Huwaida, Ayu Riazul Jannah, Azka Nadia Salsabila, Chatarina Elita Amadea, Christy Jonathan, D.S Yuliana, Dear Asita Dika Safitri, Derik Tiana Talakua, Dian Pertiwi Subagio Putri, Dita Diyani, Doni Subrata, Edo Ricky Pranata, Eli Wahyuni, Elok Harisma Kartikasari, Fidia Annisa Puspitasari, Hani'atul Mabruroh, Hendra Purbo Prasongko, Ipop S Purintyas, Isma Wulan, Kevin Alfiarizky, Lathifah Roikhanah Wardani, Livia Ervita, M.Z. Billal, Marlina Yunita, Meri Indrasai, Nasiha Al-Shakina, Novena Yuardi Wijaya, Novi Cynthia Yusnita, Nur Aviva, Nuraisyah, Ovina Putri, Rarti Prananingrum, Riski Fidiana, Rina Pujiarsih, Rizki Amellia, Samuel Edward, Shajila Tasya Rizki Nurfatima, Sigit Jaya Herlambang, Syifa Ul Asfiya, Tunjung Feti Sari, Wirdanengsih, Yesa Fitrawati, Yunia Susanti, Yusuf Septian Nur Effendy

Begitu banyak peminat cerpen, termasuk kalangan anak-anak. Cerita yang ringan namun penuh dengan pesan kehidupan membuat cerpen menjadi salah satu bahan bacaan yang menarik bagi anak-anak selain dongeng. Bahkan tidak sedikit anak-anak yang mulai menekuni dunia cerpen sebagai awal karir kepenulisannya. 

Dengan visi untuk meningkatkan minat baca anak-anak terhadap cerpen, FAM Indonesia melalui Divisi Penerbitan FAM Publishing mengadakan lomba cerpen anak yang kemudian jadilah buku berjudul 'Tentang Anya, Anak yang Suka Bertanya'. Terdiri dari 62 penulis berbakat Indonesia yang merupakan pemenang serta nominator. 

Diharap dengan adanya lomba dan buku ini akan semakin menumbuhkan minat menulis dan membaca masyarakat Indonesia. 

*Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan.

[Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Centre: 0812 5982  1511/081350051745, atau melalui  penulis. Bisa juga via email: aishiterumenulis@gmail.com, dan kunjungi web kami di: www.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…