Skip to main content

Pengumuman Naskah Terbit Gratis Tahap 2 Terpilih


Selamat Anda jadi Pemenang!

Tim naskah FAM Publishing_Divisi penerbitan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia_Sabtu, 19 Januari 2019 mengumumkan Naskah Terbit Gratis Tahap 2 Terpilih. Setelah menyeleksi keseluruhan naskah (sejumlah 41 naskah), tim kami memilih naskah-naskah terbaik untuk diterbitkan secara gratis oleh FAM Publishing.

Judul naskah dan nama penulis terpilih, sebagai berikut:


Naskah Cerpen Terpilih:

Terpilih 1:
Judul: Payung untuk Budi
Penulis: Agus Nurjaman (Bandung)

Naskah Puisi Terpilih:

Terpilih 1:
Judul: Surga yang Dilahirkan
Penulis: Moh. Ghufron Cholid (Madura)

Terpilih 2:
Judul: Jejak-jejak yang Terserak
Penulis: Mukhlis Hatba (?)

Terpilih 3:
Judul: Tarian Gerimis
Penulis: DS. Anwar (Cianjur)

Terpilih 4:
Judul: Kardus
Penulis: Zahir Mahaka (?)

Terpilih 5:
Judul: Suara Hati Sang Pengembara
Penulis: Gunawan (Bima)

Terpilih 6:
Judul: Suara Gumi Selaparang
Penulis: Andre Kurniawan (?)

Terpilih 7:
Judul: Antologi Cinta
Penulis: Sulaiman (?)

Naskah Nonfiksi Terpilih:

Terpilih 1:
Judul: Antropologi Kuliner Indonesia
Penulis: Wirdanengsih (Padang)

Terpilih 2:
Judul: Wasiat Pelajar
Penulis: Sopian Ansory (Lombok)

Terpilih 3:
Judul: Kurikulum Bisa Apa
Penulis: Mujahidil Mustaqim (?)

SELAMAT KEPADA PARA PEMENANG!

SEBAGAI tanda apresiasi dan penghargaan, FAM Publishing memberikan fasilitas sebagai berikut:
1. Seluruh pemenang terpilih akan mendapat piagam penghargaan. 
2. Profil pemenang terpilih akan diterbitkan di website FAM Indonesia. 
3. Naskah seluruh pemenang terpilih akan diterbitkan secara gratis oleh FAM Publishing. 
4. Bagi pemenang yang belum menjadi anggota FAM Indonesia, bisa langsung bergabung tanpa membayar biaya registrasi.

Demikian pengumuman ini disampaikan. Keputusan dewan juri yang terdiri dari Tim naskah FAM Publishing bersifat mengikat dan mutlak. 

Bagi penulis yang belum beruntung, bisa mengikuti program penerbitan FAM Publishing selanjutnya. Tetap semangat. Atas partisipasinya, kami ucapkan terima kasih.

Salam literasi,
FAM PUBLISHING

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…