Skip to main content

PROFIL 75 PENULIS/PESERTA EVENT TER-AKTIF 2018 FAM INDONESIA; SITI NUR KOMARIAH


Nama saya Siti Nur Komariah. Nama panggilan dari nama asli hingga nama yang unik nan berkesan. Aku mempunyai orangtua asli berasal dari Jawa Tengah tepatnya Grobogan dan Purwodadi. Jodoh penuh rahasia. Cerita kisah cinta ala Siti Nur Baya akhirnya menikah di daerah Timur Indonesia. Yups di Sorong Papua Barat sehingga aku dilahirkan dan dibesarkan.

Di sini berbagai macam suku yang berada di Sorong. Dari suku asli sendiri, bahkan pendatang, perantauan dan transmigran. Kehidupan di sini seperti biasanya, seperti kesibukan di pagi hari entah ada yang sekolah, ke kantor, kerja, mencuci, belanja, berdagang, bahkan berolahraga. Aku paling suka baca sesuatu yang unik kadang aku simpan dan bela-belain untuk fotokopi atau dicatat. Kesenangan yang lainnya adalah keliling ke tempat yang unik, menarik dan hijaunya alam sembari memegang kamera hanya untuk memotret gambar.

Beberapa hal begitu menyenangkan tak lupa menulis bagian cerita menarik yang tertera dalam kata dan kalimat. Berdebar-debar menulis kata indah nan manis tak sesuai alurnya. Akhirnya kebiasaan menulis cerita cinta dan menenggok berbait-bait puisi. Aku telah melupakan sebagian kesenanganku dalam hitungan tahun. Tetapi ada cinta menggelayut di masa yang manis. Ketika aku jatuh cinta, rasa menulis dan membaca manis bercampur hal baru melekat kembali. Rasa takut hasil karya yang baik tak diterima. Aku semakin mencoba bahwa kata manis dan asal dalam rangkain berbuah manis.

Inspirasi yang tak tahu kapan engkau jadi milikku. Terima kasih kepada sang Pencipta mempertemukan orang yang berbeda, sehingga dengan semangat mengubah kualitas diri. Dari situlah aku mulai menulis dan membaca hal baru. Kelak bisa studi lebih baik dengan karya-karya yang menginspirasi. Itu inspirasiku. Guys jangan berhenti belajar, temukan hal yang kalian suka dan kembangkanlah. [FAM]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…