Skip to main content

PROFIL 75 PENULIS/PESERTA EVENT TER-AKTIF 2018 FAM INDONESIA; NUR DAHIRA


Saya adalah seorang perempuan yang lahir di tanggal 24 April 1994, diberi nama Nur Dahira dan biasa dipanggil dahira. Lahir di sebuah kota yang dikenal kota bersih bernama kota Bantaeng dari kedua orangtua bernama Salli dan Te’ne. Sejak kecil saya tinggal di tempat kelahiranku, lalu menamatkan sekolah di TK Alqur’an DDI Mattoanging, kemudian di SD Inpres Lasepangdan melanjutkan pendidikan di SMP dan MA di Pondok Pesantren DDI Mattoanging. Karena berasal dari keluarga yang menjunjung tinggi pendidikan, saya pun meneruskan kuliah di STKIP Muhammadiyah Bulukumba mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.

Profesiku Sebagai guru dimulai pada saat saya masih semester 3 di kampus, dan mengajar di MTS Taqwa Ujung yang merupakan salah satu sekolah yang ada di Jeneponto. Setelah lulus kuliah saya pindah mengajar di tanah kelahiranku sendiri yaitu di MTS Ma’arif Lasepang dan Tahun ini adalah tahun kedua saya mengajar di sekolah tersebut.

Saat SMA, saya hobi curhat di atas kertas dan menyusunnya dalam bentuk puisi tapi puisi yang saya buat tak pernah saya publikasikan. Namun, setelah saya bertemu dengan teman saya yang suka menulis, dan sharing pengalamannya. Beliau mengajak saya untuk gabung di FAM Indonesia. Saat itu saya baru lulus kuliah. Saya mulai mencoba mengirimkan puisi di FAM indonesia dan Alhamdulillah puisi yang pertama kali saya kirimkan ke FAM, langsung masuk nominasi dan dibukukan, judul bukunya yaitu “Bait-bait Cinta”. Dan dari situlah semangat saya bertambah untuk terus menulis dan belajar terus untuk membuat puisi-puisi terbaik. [FAM]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…