Skip to main content

Profil Penulis: TONI KAHAR (Penulis Cerpen Terpilih Terbit Gratis di FAM Publishing Berjudul “Ketapel dan Burung-burung di Pohon Asam”)


Toni Kahar, nama pena dari Ahmad Fatoni, Lahir di Sumenep 03 Desember 1996, Alumni MA Nasy’atul Muta’allimin Gapura, Saat ini nyantri di PP. Al Anwar 3 Sarang Rembang. Tercatat sebagai Mahasiswa IQT STAI Al Anwar Sarang Rembang. Aktif di Komunitas Sastra ATAP, Biru Laut, LPM Garda Pena.

Perjalanan menulisnya diawali dari tugas sekolah, yaitu disuruh membuat satu puisi. Karena saat itu baru saja memulai menulis, maka sulit sekali rasanya menulis puisi. Tapi kesulitan itu menjadi tantangan baginya. Lambat laut dia tertarik untuk mengikuti komunitas. Komunitas pertama yaitu Biru Laut, sebuah komunitas kecil dengan agenda Diskusi Sastra setiap minggunya. Di sanalah ilmu sastra mengalir pada dirinya. Sampai sekarang Toni Kahar konsisten menulis dan bercita-cita menulis banyak buku, karena menurutnya, buku adalah kebaikan membukakan pintu dunia bagi seorang pembaca.

 Beberapa puisinya sudah termaktub di beberapa antologi bersama , diantaranya Setengah Menit Kopi (Oase Pustaka, 2016). Ta’aruf  penyair muda Indonesia (Soulmedia, 2016), menjadi nominasi pada lomba cipta puisi bertema “Keindahan Alam” (FAM Publishing, 2017), dan terpilih 20 nominasi cipta puisi bertema “Ibu” (FAM Publishing, 2017), 101 Puisi Sumpah Pemuda (Rosiebook, 2018).

Sedang cerpennya yang berjudul Dua Bulan Tenggelam di Ufuk Barat menjadi nominasi Lomba Cerpen Nasional PM4 Pesantren Mahasiswa An-Najah Purwokerto 2018. Saat ini Penulis sedang merampungkan Novel berjudul Mamak Pekri. Penulis bisa disapa di Tweeter @tonikahar, FB: Ahmad Fatoni, email ahmadfatoni.kelana@yahoo.com. [FAM]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…