Skip to main content

Profil Penulis: WS. Djambak (Penulis Novel Terpilih Terbit Gratis di FAM Publishing Berjudul “Duduk Meraut Ranjau, Tegak Meninjau Jarak”)


WS. Djambak atau biasa dipanggil Djambek. Terlahir dengan nama Windi Syahrian dari seorang wanita minangkabau bersuku djambak pada 19 september 1989 di Padang Panjang. Penulis merupakan anak pertama dari 5 bersaudara ini menghabiskan masa kecil dan pendidikan dari SD sampai dengan MAN di Bukittinggi hingga akhirnya pada tahun 2007 penulis diterima di salah satu Universitas Negeri di Pekanbaru Jurusan Ilmu Kelautan. Pria kurus dengan Tinggi 172 cm dengan berat 55 telah menamatkan pendidikan sarjana pada tahun 2012.

Duduk Meraut Ranjau, Tegak Meninjau Jarak ini merupakan novel pertamanya. Sebelumnya pernah beberapa kali ikut berpartisipasi dalam penerbitan antologi puisi Aceh 5:03 6,4 SR (FAM Publishing), Gugus Waktu (Tulus Pustaka) dan juga tengah menunggu terbit antologi kisah inspiratif Merantaulah Nak yang ditaja oleh FIM Padang.

Saat ini ia bekerja di Kementerian Kelautan Perikanan yang berkantor UPT di Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut Padang sebagai Koordinator Wilayah Riau, Jambi dan Sumatera Selatan.

Penulis memiliki hobi membaca komik, roman dan buku-buku sejarah serta budaya.

Pria yang memiliki moto hidup "Jika engkau tidak cerdas, maka harus bekerja keras" ini bercita-cita memiliki yayasan yang menampung anak yatim-piatu serta menghajikan orangtuanya. [FAM]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…