• Info Terkini

    Sunday, February 24, 2019

    Doa Sajadah dan Dakwah Bussairi dalam Kumpulan Puisi


    Sebagai sarana umat Islam dalam melaksanakan ibadah shalat, baik shalat wajib maupun shalat sunat, sajadah dianggap sebagai benda yang selalu bersih dan suci. Sebab, di atas sajadah pula-lah ibadah sakral ini dilaksanakan oleh seorang Muslim dalam menyembah Allah SWT.

    Hal ini diamini oleh Drs. Bussairi, penulis kelahiran Aceh Selatan yang 10 Juli mendatang genap berusia 54 tahun ini percaya, sebagai benda tidak bergerak sajadah sebenarnya tidak diam, melainkan selalu berzikir dan berdoa agar Allah berkenan atas rahmat-Nya kepada hamba-hamba yang taat dan tawakkal, baik bagi manusia biasa maupun bagi pemimpin.

    Bussairi pun mengangkatnya menjadi sebuah tajuk puisi, yang sekaligus tampil di halaman cover buku kumpulan puisi tunggalnya, yang diterbitkan FAM Publishing dan akan segera rilis berjudul “Doa Sajadah”.

    Hal ini merupakan bagian dari dakwah penulis dalam memberikan kesadaran kepada semua orang, untuk menyadari peran-peran benda lain dalam kehidupan manusia, utamanya yang berkaitan langsung dengan aktivitas ibadah.

    Doa Sajadah adalah buku Kumpulan Puisi Bussairi yang ke-3. Buku ini berisi puisi-puisi yang ia tulis sejak tahun 2010. Sudah lama dia ingin menerbitkan puisi-puisinya menjadi buku, namun karena beberapa hal, maka saat ini ia tak ingin melewatkan kesempatan untuk menerbitkannya.

    Dalam proses penyusunan buku setebal 78 halaman ini, Bussairi tidak melibatkan orang lain. Namun ada pihak-pihak yang berperan langsung dalam proses penerbitannya, yaitu Rita Noviani (Coach Nasional Sagusaku IGI), dan Penerbit FAM Publishing. Atas dorongan dan partisipasi Penerbit FAM Publishinglah, menurut Busairi, buku ini terbit.

    Doa Sajadah merupakan buku tunggal yang ke-3 setelah "Ziarah Hati" (Kumpulan Puisi, Pusbuk 2010), dan "Senyum Terakhir Siti Sara" (Kumpulan Cerpen, FAM Publishing 2016).


    Mempercayai FAM Publishing sebagai media penerbit karyanya bukan tanpa alasan, Guru SMA di Aceh ini mengakui bahwa melalui FAM Publishing pengurusan terkait penerbitan cepat dan tidak berbelit-belit. Ia juga sudah membuktikan salah satu keunggulan FAM Publhising yang dinaungi Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia ini, yakni biayanya yang relatif murah dibandingkan dengan penerbit-penerbit lain.

    FAM Publishing adalah penerbit yang dikelola oleh komunitas penulis-penulis Indonesia, meski demikian, diakui peraih predikat Guru Pelopor Tingkat Nasional LiPI 2007 ini, soal kualitas cetakan FAM Publishing tidak kalah dengan kualitas penerbit ternama lainnya. Bagus dan kuat, tidak mudah koyak dan rusak, demikian kesan Busairi atas kepuasan hatinya.

    Bussairi sendiri memang sudah menggemari membaca sejak duduk di bangku sekolah dasar, dan mulai menulis setelah dirinya berstatus sebagai pelajar SMA. Bussairi juga kerap memublikasikan tulisan berupa puisi, cerpen, dan esai baik di koran lokal, regional, dan nasional seperti, di koran Serambi Indonesia, Waspada, Swadesi, majalah Keluarga, Kalam, Monumen, dan lain-lain saat berstatus mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Syiah Kuala. 

    Beberapa lomba kepenulisan yang berhasil dimenangkannya, diantaranya;
    - Finalis (15 terbaik) Lomba Menulis Cerita Pendek (LMCP) Depdiknas 2009.
    - Juara 3 Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Bidang Kumpulan Puisi, Pusbuk 2010.
    - Pemenang Lomba Menulis Cerpen dalam Bahasa Aceh, Pusbada 2012, dan masih banyak lagi.

    Sementara itu, berikut karya-karya dan prestasi yang diraih Drs. Bussairi:
    - Kumpulan Cerpen Bersama "15 Cerpen Terbaik" LMCP, Depdiknas 2009.
    - Kumpulan Puisi Tunggal "Ziarah Hati" Pusbuk 2010.
    - Kumpulan Cerpen "Senyum Terakhir Siti Sara" FAM Publishing 2015.
    - Kumpulan Puisi Bersama "Yang Membuka Pintu Surga" FAM Publishing 2016.
    - Kumpulan Puisi Bersama "Aceh 5:03  6,4 SR" FAM Publishing 2017.
    - Kumpulan Puisi Tunggal "Doa Sajadah" FAM Publishing 2019. 
    - Guru Pelopor Tingkat Nasional LiPI 2007. 
    - Finalis 15 Terbaik LMCP Depdiknas 2009.
    - Juara 3 Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Bidang Kumpulan Puisi, Pusat Perbukuan 2010.
    - Juara 2 Guru SMA Berprestasi Tingkat Kabupaten Aceh Selatan 2011.
    - Juara Harapan 1 Guru Mata Pelajaran Berprestasi Tingkat Provinsi Aceh 2016. [TIM MEDIA FAM]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Doa Sajadah dan Dakwah Bussairi dalam Kumpulan Puisi Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top