Skip to main content

Jadwal Kegiatan Milad Ke-7 FAM Indonesia


(Kampung Lawas Maspati, Surabaya, 2-4 Maret 2019)

HARI PERTAMA
(Sabtu, 2 Maret 2019)

PUKUL 08.00 – 15.00 WIB
Kedatangan Peserta (Penulis FAM Indonesia)

PUKUL 15.00 – 17.00 WIB
Proses Registrasi Peserta

PUKUL 17.00 – 18.00 WIB
Peserta Memasuki Penginapan (Home Stay)

PUKUL 18.00 – 20.00 WIB
ISHOMA (Istirahat, Shalat Magrib/Isya, Makan Malam)

PUKUL 20.00 – 22.00 WIB
- Ramah Tamah Penulis FAM bersama Pengurus Pusat FAM Indonesia
- Pemotongan Tumpeng Tasyakuran FAM Indonesia
- Doa Bersama

PUKUL 22.00 - .. .. WIB 
Rehat

HARI KEDUA
(Ahad, 3 Maret 2019)

PUKUL 07.00 – 08.00 WIB
Sarapan Pagi dan Ngopi

PUKUL 08.00 – 10.00 WIB
- Materi 1 Diskusi Inspirasi
(Pembicara & Judul Makalah Diatur Kemudian)

- Tanya-Jawab

PUKUL 10.00 – 12.00 WIB
- Materi 2 Diskusi Inspirasi
(Pembicara & Judul Makalah Diatur Kemudian)

- Tanya Jawab

PUKUL 12.00 – 13.30 WIB
ISHOMA (Istirahat, Shalat, Makan Siang)

PUKUL 13.30 – 15.30 WIB
- Materi 3 Diskusi Inspirasi
(Pembicara & Judul Makalah Diatur Kemudian)

- Tanya Jawab

PUKUL 15.30 – 16.00 WIB
Istirahat dan Shalat Ashar

PUKUL 16.00 – 18.00 WIB
- Materi 4 Diskusi Inspirasi
(Pembicara & Judul Makalah Diatur Kemudian)

PUKUL 18.00 – 19.30 WIB
ISHOMA (Istirahat, Shalat, Makan Malam

PUKUL 19.30 – 22.00 WIB
DISKUSI AKTUAL MEMBINCANG MASA DEPAN FAM INDONESIA
Pembicara: Ketum FAM & Sekjen FAM Indonesia

PUKUL 22.00 - .. .. WIB
Rehat

HARI KETIGA
Senin, 4 Maret 2019

PUKUL 07.00 – 08.00 WIB
- Sarapan Pagi & Ngopi
- Peserta Berkemas ke Bandara

PUKUL 08.00 – 12.00 WIB
SAYONARA...!!!

FAM INDONESIA

Info peserta hubungi:
0821-3239-7371 (Reffi Dinar) atau 0821-2044-4118 (Lihar Amin)

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…