Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2019

Pengumuman 5 Naskah Novel Terbit Gratis Terpilih

Selamat Anda jadi Pemenang!


Tim naskah FAM Publishing_Divisi penerbitan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia_Kamis, 28 Maret 2019 mengumumkan Naskah Novel Terbit Gratis Terpilih. Setelah menyeleksi keseluruhan naskah (sejumlah 23 naskah), tim kami memilih naskah-naskah terbaik untuk diterbitkan secara gratis oleh FAM Publishing.

5 Judul naskah dan nama penulis terpilih, sebagai berikut:



Naskah Novel Terpilih:

Terpilih 1:

Judul: Alinea Terakhir Kheista
Penulis: I.F. Donne  (Jakarta)


Terpilih 2:

Judul: Geger Tarumanegara (Runtuhnya Sriwijaya di Bumi Jawa)
Penulis: Kusyoto  (Indramayu)

Terpilih 3:

Judul: Jangan Katakan itu Rindu
Penulis: Ferry Fansuri  (Surabaya)

Terpilih 4:

Judul: Kala Sandi Berkata
Penulis: AR Affandi  (Kuningan, Jawa Barat)

Terpilih 5:

Judul: 3 Dara
Penulis: Novi Yanti (Jambi)


SELAMAT KEPADA PARA PEMENANG!

SEBAGAI tanda apresiasi dan penghargaan, FAM Publishing memberikan fasilitas sebagai berikut:

1.       Seluruh pemenang terpilih akan mendapat piagam penghargaan.
2.      Profil pemenang …

Profil Penulis: Sulaiman (Penulis Puisi Terpilih Terbit Gratis di FAM Publishing Berjudul “Angin Angan Angan”)

Selain aktif menulis di media sosial, penulis yang terlahir dengan nama Sulaiman ini telah mengikuti berbagai macam antologi puisi seperti : Gloomy Cloud yang diterbitkan  oleh Penerbit Rosiebook (2018), Sajak Untuk Mama diterbitkan oleh Penerbit Graha Litera (2018), Rasa Kehidupan oleh Sajak Berirama (2018), Doa dan Harapan oleh penerbit Naa Publisher (2018), Kekuatan Doa oleh penerbit Hamdalah Publishing (2018), Berdialog Dengan Angin bersama penerbit Sastrawiji Publisher (2018), Kumpulan Fiksimini “Mimpi Siang Hari”  bersama penerbit Jejak Publisher (2018), dsb.

Penulis juga aktif mengikuti beragam perlombaan tingkat nasional dan meraih beberapa kategori di antaranya adalah: Juara 2  Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Melodius Aksara tema “Puisi Untuk Penyair” tahun 2018, meraih kategori penulis terbaik dalam event puisi tema “Memintal Asa” yang diadakan oleh Goresan Tinta tahun 2018, terpilih sebagai nominator lomba cipta puisi tema Hari Raya yang diseleng…

Gerakan Literasi FAM Surabaya di SDIT Al-Uswah Surabaya

"Dengan Membaca Aku Mengenal Seisi Dunia, Dengan Menulis Seisi Dunia Mengenalku." Itulah quote yang disampaikan Kak Evie dan Kak Yudha dari FAM Surabaya kepada 30 adik-adik kelas 3 SDIT Al Uswah Surabaya pada hari Senin, 25 Maret 2018. Bekerja sama dengan Badan Perpustakaan dan Kearsipan (Bapersip) Provinsi Jawa Timur, mereka mengkampanyekan pentingnya kegemaran membaca dan menulis sejak masih usia anak-anak. 

Dengan kemasan bahasa tutur yang mudah dipahami namun menyenangkan, Kak Evie dan Kak Yudha memotivasi adik-adik Al Uswah untuk suka membaca dan cinta menulis.


 Di bagian penutup, Kak Evie juga menampilkan salah satu keahliannya sebagai seorang ibu yaitu storry telling dengan menyajikan cerita "Cetakan Kue Ajaib".
Seperti lazimnya anak-anak, siswa Al Uswah pun memiliki cita-cita. Ada yang ingin jadi pilot, dokter, polisi, dan banyak lagi. Namun apa pun cita-cita pilihan mereka, semua mempunyai satu kebutuhan yang  sama, yaitu membaca. Karena hanya dari membaca ma…

Jadikan Pena Bagian dari Dakwah

Oleh: Nurul Fadhilla

Di kehidupan ini semua makhluk diibaratkan hanya mampir minum, tiada yang abadi kecuali Allah SWT pencipta langit dan bumi. Kelak di alam barzah manusia akan ditanya empat perkara, yaitu umur, ilmu, harta dan tubuh. Umurnya dihabiskan untuk apa? ilmunya diamalkan atau tidak? hartanya diperoleh dari mana dan ke mana ia habiskan? dan tentang tubuhnya, capek atau lelahnya untuk apa? Jadi di dunia ini, hendaklah manusia menata niat, bagaimana mengupayakan tanggung jawabnya.

Pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang sempurna, makhluk yang berakal budi. Maka sepatutnya manusia mengimplementasikan kelebihan yang dimilikinya dengan mengamalkan ilmu yang dimilikinya. Banyak cara dalam mengamalkan ilmu, jangan berfikiran hanya seseorang yang memiliki tali toga saja yang dapat mengamalkan ilmunya. 

Ada satu nasihat dari Imam Al-Ghazali yang perlu diketahui manusia yaitu “Bila kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah.”  Dari nasihat tersebut akan masuk…

Monolog Puisi untuk kumpulan buku puisi “Solilokui” karya Laras Sekar Seruni: Rasa dan Kata yang Mencipta Irama

Oleh: Ayu Alfiah Jonas
Puisi, karya sastra paling purba di dunia. Konon, puisi sanggup menjaga
kemisteriusan manusia dan kedalaman bahkan absurdnya dunia ini. Dunia memang
tak pernah baik-baik saja. Setiap hidup manusia semenjak lahir hingga matinya tak
berupa kertas putih semata. Ada beragam warna tergores di sana. Bukan hanya hitam
dan putih, warna burgundy, beige, khaki dan abu-abu pun turut ada. Puisi menjadi
wadah bagi tiap warna untuk menjadi kekal, tak pernah habis dibaca. Kita selalu bisa
membaca ulang sebuah puisi dan selalu dikejutkan dengan respons yang berbeda-beda
dalam setiap peristiwa pembacaannya.

Keberhasilan sebuah puisi bisa dilihat dari kesanggupan penyair untuk
mengekspresikan perasaan dan pikirannya dalam kata. Ada dua hal berperan penting
di dalamnya: pikiran dan perasaan. Keduanya bekerja sama membentuk kata,
menyatukan kata demi kata menjadi baris demi baris, lalu bait demi bait, menjadi
puisi yang memiliki irama tersendiri. Irama yang takkan pernah sama dalam satu puisi
de…

Profil Penulis: Andre Kurniawan (Penulis Puisi Terpilih Terbit Gratis di FAM Publishing Berjudul “Suara Gumi Selaparang”)

Andre Kurniawan, S.Pd adalah pria keturunan Lombok dan Banjarmasin. Dia lahir di Selong, 01 April 1990. Dari pasangan H.M. Nukman Ma’rif, S.Pd dan Hj. Masniah, S.Pd. SD.

Pria ini memiliki motto “Man Jadda Wajadda" dalam hidupnya, yang artinya siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Maka dari itu sekarang pun ia sangat bersungguh-sungguh dalam belajar untuk mengejar cita-citanya menjadi seorang penulis puisi yang akhirnya pada terbitan pertama ini berhasil membuat buku kumpulan puisi.

Sejak kecil Andre terbiasa hidup di lingkungan pendidikan. Ketika SD dia ikut sekolah ditempat Ibundanya mengajar di SDN 2 Kesik (kini berganti menjadi SDN 3 Kesik).  Kemudian ketika SMP sekolah di SLTPN 1 Sikur kemudian melanjutkan kembali di SMAN 1 Sikur. Lulus dari sekolah dia melanjutkan kuliahnya di salah satu Perguruan Tinggi Swasta STKIP Hamzanwadi (kini berganti menjadi Universitas Hamzanwadi).

Sejak awal masuk dunia perkuliahan dia mulai menyukai berbagai buku fiksi dan non-fiksi…

Profil Penulis: Sopian Ansori (Penulis Naskah Nonfiksi Terpilih Terbit Gratis di FAM Publishing Berjudul “Wasiat Pelajar”)

Sopian Ansori sebuah nama yang diberikan oleh orang tuanya (H. Herman Yadi dan Hj. Fikril Aini) lahir di Selong, 23 Oktober 1993. Dia menamatkan pendidikan dasar di SDN 5 Danger tahun 2006, SMPN 1 Sikur tahun 2009, MA Ponpes al-Kautsar al-Gontori (3 bulan) dan diselesaikan di MA Al-Ijtihad Danger tahun 2012, S1 Jurusan IPS Ekonomi UIN Mataram 2017 dan sekarang sedang menyelesaikan S2 Manajemen Pendidikan Islam di almamater yang sama.
Sedangkan untuk pendidikan nonformalnya; Diniah Islamiyah Bengakung Selatan dari tahun 2006-2012, (Pimpinan Ustz. Nasrudin, S.Pd.I) Ponpes Al-Aziziyah (MQWH Al-Aziziyah) 2012-2013,(Al-Marhum TGH. Mustafa Umar Abdul Aziz) sambil kuliah hijrah ke Pesantren Mahasiswa (PESMA) Tahfiz Baitul Qur’an tahun 2015-2017 (Dr. KH. H. Zaidi Abdad, M.Ag.

Pengalaman organisasi di mulai dari pramuka di SD, anggota PMR 2006-2009, Anggota OSIS 2009 – 2010, Ketua OSIS 2010- 2011 MA Al-Ijtihad Danger. Di dunia perkuliahan, penulis bergabung dengan organisasi ESC. Member ESC IAIN…

Profil Penulis: Muhlis Hatba (Penulis Puisi Terpilih Terbit Gratis di FAM Publishing Berjudul “Jejak-Jejak Hati yang Terserak”)

Muhlis Hatba lahir di Jambi, tahun 1977 lalu. Masa kecil dan bangku sekolahannya (SD dan SMP) dilalauinya di Toboali, sebuah daerah pesisir yang eksotis di Pulau Bangka (dulu masih bagian Sumatera Selatan, sekarang Bangka Belitung). Sempat nyantri satu tahun di Pondok Pesantren Nurul Ihsan Batu Rusa-Bangka, kemudian hijrah ke Tanah Bugis Bone, Sulawesi Selatan dan menamatkan jenjang SMA-nya di MAN 1 Watampone. Setelah itu melanjutkan kuliah S.1 dan S.2 di IAIN Bone, dengan jurusan yang sama, Hukum Keluarga Islam. Saat ini, ia mengabdikan diri sebagai abdi negara di salah satu instansi pemerintah sejak tahun 2000.

Selain menggemari dunia sastra, literasi dan jurnalistik sejak SMA, pria berdarah Bugis ini juga menyukai olahraga lawn-tennis dan memancing. Tercatat pernah mewakili sekolah dan daerahnya pada LKTR Tingkat Provinsi, juga pernah sebagai kolumnis rubrik Paggetti’ pada surat kabar lokal.

Hobi menulisnya pada saat kuliah, membuatnya pernah menjuarai LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah)…

Pemuja Berhala

Judul: Pemuja Berhala
Penulis: Dimas Midzi
Kategori: Novel Militansi Pergerakan
ISBN: 978-602-335-460-3
Terbit: Maret 2019
Tebal: x + 156 hal; 14 x 21 cm 
Harga: Rp50.000,-
(Harga belum termasuk Ongkir)

Novel ini mengkomparasikan fiqih, filsafat, teologi, dan tasawuf. Novel yang bernilai tinggi, sangat bagus menjadi hidangan spesial bagi akal dan qolbu para pembaca. Di dalamnya terkandung vitamin hikmah dan ilmu yang bisa menghilangkan penyakit, rasa haus, lapar, sekaligus menyehatkan Rohani dan Jiwa yang terkontaminasi Liberalisme bahkan Atheisme. (Gus Faqih Washiluddin. Pemenang Lomba Nasional Baca Kitab Kuning di Jogjakarta Tahun 2004).

Membaca novel ini cukup menggerus pikiran. Kompleksitas alur dan konfliknya memaksa pembaca untuk lebih konsentrasi menekuri kausalitas setiap paragraf dan dialognya. (Nun Urnoto El-Bandary. Penulis Novel "Anak-Anak Revolusi, Anak-Anak Pangaro". Novel Asli Sumekar. Pemenang Sayembara lomba menulis Novel di Yogyakarta 2013). 

*Buku tersedia stok.


[Inf…

Rahasia-Rahasia Dalia

Judul: Rahasia-Rahasia Dalia
Penulis: Irja Nasrullah
Kategori: Novel
ISBN: 978-602-335-463-4
Terbit: Februari 2019
Tebal:  ix + 187 hal; 14 x 21 cm
Harga: Rp60.000,-
(Harga belum termasuk Ongkir)

Sebagai seorang kiai yang sudah sangat sepuh, Abah Ghazali membutuhkan pengganti yang mampu meneruskan masa depan pesantrennya. Namun, beliau tidak memiliki seorang anak laki-laki. Akhirnya dia meminta kesediaan Sultan, salah seorang santrinya yang kini meneruskan studi di luar negeri, untuk menjadi penerusnya. Bahkan Abah Ghazali juga berniat menjodohkan Sultan dengan Ning Mona, putri semata wayangnya. 

Sultan dan Mona sama-sama menjadi pengurus Gen-M,sebuah komunitas menulis populer yang sukses menerbitkan buku-buku laris. Namun, tiba-tiba terjadi huru-hara dalam komunitas menulis tersebut. Dalia, seorang penulis buku-buku motivasi keislaman tersohor sekaligus pengurus Gen-M yang disegani, menghilang. Teka-teki menghilangnya Dalia ternyata justru menguak rahasia-rahasianya selama ini. Hal itu pula y…

Profil Penulis: Moh. Ghufron Cholid (Penulis Puisi Terpilih Terbit Gratis di FAM Publishing Berjudul “Surga yang Dilahirkan”)

Moh. Ghufron Cholid adalah nama pena Moh. Gufron, S.Sos.I, lahir di Bangkalan, 7 Januari 1986 M, tamat SDN Blega03 (1999), tamat SLTPN 01 Blega (2002), alumni TMI Al-Amien Prenduan (2006). Pendiri Pesantren Penyair Nusantara di FB, menulis puisi,cerpen, pantun dan esai serta menulis.

 Karya-karyanya tersebar di berbagai media seperti Mingguan Malaysia, New Sabah Times, Mingguan Wanita Malaysia, Mingguan WartaPerdana, Utusan Borneo, Tunas Cipta, Daily Ekspres, Bali Post, Majalah Horison, Majalah QALAM, Majalah QA, Majalah Sabili, Radar Madura, Koran Madura, Radar Surabaya, Radar Mojokerto, poemhunter.com, kompas.com dll juga terkumpul dalam berbagai antologi baik cetak maupun online, terbit di dalam maupun luar negeri seperti Mengasah Alief (Sanggar Sastra Al-Amien, 2007), Akar Jejak (Sanggar Sastra Al-Amien, 2010), Antologi Puisi Karya Penyair Nusantara Raya Senja di Batas Kata (Bengkel Puisi Swadaya Mandiri, 2011), Negeri Cincin Api (PP Lesbumi, 2011), Jatuh Cinta Menulis (WAHANA Jaya…

Buku-buku Terbitan FAM Publishing Menjadi Bacaan Menarik di Perpustakaan SMAN 3 Luwu, Sulawesi Selatan

Pengelola perpustakaan SMAN 3 Luwu baru-baru ini menambah pengadaan stok buku-buku karya sastra guna keperluan sebagai bahan belajar siswa dalam menulis karya sastra berupa prosa dan puisi. Hal ini adalah bentuk peduli literasi dari pihak sekolah untuk menggalakkan/melestarikan budaya membaca kepada peserta didik di sekolah-sekolah sebagai upaya membangkitkan kembali gairah baca yang akhir-akhir sangat minim dikarenakan dampak maraknya gadget dan ponsel yang merupakan tantangan peradaban modern.


Untuk meminimalisir kemerosotan minat membaca buku di kalangan siswa, Dra. Hj. Andi Rawe, M. Pd. selaku kepala sekolah SMAN 3 Luwu mengintruksikan kepada Kepala Perpustakaan sekolahnya, agar lebih memberdayakan perpustakaan sebagai sarana membangun minat membaca siswa, menumbuhkan kecintaan siswa terhadap membaca, memperkaya pengalaman belajar siswa, menanamkan kebiasaan belajar mandiri yang akhirnya siswa dapat belajar dengan mandiri, mempercepat proses penguasaan teknik membaca, membantu perk…

Puisi Muhammad Subhan

*MASPATI*


aku mendengar gelatik wingko
bersuara merdu di sangkar bambu
di beranda rumah batu bercat biru
suatu hari, di kampoeng maspati


suaranya ingatkan aku
pada teduhnya jalanan
berbalut kabut di kampungku
beribu kilometer jaraknya, di sana
tapi di sini, aku merasa berada
di halaman rumah sendiri


tak ada suara berisik knalpot
orang-orang mendorong sepeda motor
masuk dan keluar kampung itu, pelan-pelan
begitu takzim itu perbuatan
dan aku saksikan sungguh
teguh warisan leluhur itu dijaga
dan aku bangga ada di sana


aku masuki rumah-rumah lawas
bersapa salam dengan para patih
aku dijamu rujak cingur, nasi rawon
dan di luar lamat-lamat kudengar
ringkik kuda dan suara tapal kakinya
tiba-tiba di pintu sudah kulihat saja
ndoro mantri membawa panji
“untukmu, jadikan ini cinta,” bisiknya


di sekolah ongko loro
aku duduk takzim menjadi murid lagi
mengeja _alif, ba, ta_, belajar membaca
sebelum mortir-mortir belanda
menghujani kota surabaya


*Kampoeng Lawas Maspati, 2019*

Yang Tersisa di Milad FAM ke-7

Oleh: Lihar Amin
Maspati merupakan kampoeng kecil nan mungil ditengah Kota Surabaya yang dikelilingi gedung mewah bak menara. Lingkungannya yang masih asri dan banyak bangunan tua yang terjaga dengan baik, menjadikan Kampoeng Lawas Maspati sebagai salah satu wisata edukasi sejarah di Kota Surabaya. Letaknya yang tidak jauh dari Stasiun Pasar Turi , Kampung Ilmu, dan Tugu Pahlawan, maka secara otomatis Maspati menjadi icon Kota Surabaya karena keunikan yang didalamnya. Pada jaman penjajahan Belanda dan Jepang, Maspati menjadi benteng pertahanan Belanda dan banyak terdapat rumah tua. Ada SD Ongko Loro (sekolah desa pada jaman penjajan Belanda), Omah Tua yang dibangun pada tahun 1907, dan masih banyak lagi yang bisa membuktikan bahwa daerah tersebut memang menjadi saksi pertempuran Indonesia untuk mengusir penajajah dari Tanah Air. Secara umum, Maspati berada di Kecamatan Bubutan dan Kelurahan Bubutan.

Dulu, Maspati sama sekali tidak ada yang tahu. Bahkan bisa dibilang sama seperti daerah …

Ekspedisi Literasi Kampung Lawas Maspati, (Surabaya)

Milad Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia Ke-7
Oleh: Chania Ditarora
Rabu siang, surya membelai bumi cukup riang. Memantapkan langkah berekspedisi literasi ke Kampung Lawas Maspati, Surabaya. Semangat berlipat bahkan cendrung nekat. Saya dan saudara Sopian Ansori memutuskan berangkat siang itu juga. Saya katakan nekat karena sepeda motor yang kami gunakan tanpa kaca spion. Diperparah saya tidak bawa alat bantu dengar. Tak pelak lagi aral perjalanan menghadang. Beberapa ratus meter sebelum pelabuhan penyeberangan, kami kena e-tilang polantas polres Lombok Barat.

Meski begitu, tak menyurutkan tekad kami untuk melanjutkan perjalanan. Setiap rintangan, bagi kami adalah bunga rampai setiap perjalanan. Setiba di pelabuhan, menyempatkan shalat zuhur sebelum naik ke kapal. Rabu, sekitar pukul 16.00 WITA, kapal yang kami tumpangi melepas sauh. Mengarungi selat Lombok dan laut Jawa.

KMP Legundi yang kami tumpangi dengan gagahnya membelah lautan. 20 jam bersensasi menikmati setiap sisi dari kapal Le…

Menjadi Sehat dengan Menulis

Oleh: Erwin Setia, Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Dalam suatu hikayat, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, ulama Islam kenamaan terkena penyakit yang lumayan parah. Karena tahu Ibnu Taimiyah rajin menulis, tabib menasihatkan, “Sebaiknya Tuan beristirahat dulu dari kerja menulis sampai penyakit Tuan pulih.” Tangkas, sang ulama yang terkenal multitalenta itu menjawab, “Bagaimana bisa saya berhenti menulis sedangkan saya merasa bahagia dengan menulis?”

Kira-kira begitulah secuplik kisah teladan seorang Ibnu Taimiyah dalam menulis. Saya menyalin ulang hikayat tersebut berdasar ingatan semata. Boleh jadi ada bagian kurang tepat, tapi paling tidak poin utamanya bisa didapat: sesungguhnya menulis itu bisa bikin sehat dan bahagia.

Niat tabib dalam cerita di atas, dengan ‘melarang’ sang ulama menulis boleh jadi baik, agar Ibnu Taimiyah tak kelewat letih sehingga memperparah penyakitnya. Tetapi, seribu tahun kemudian setelah peristiwa itu, sebuah penelitian menjabarkan bahwa pada kisah itu keb…

Surga Inspirasi Literasi di Kampung Lawas Maspati

Tanggal 2 Maret adalah tanggal istimewa bagi Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Di tanggal itulah, tujuh tahun lalu FAM Indonesia berdiri. Muhammad Subhan asal Padang dan Aliya Nurlela penulis kelahiran Ciamis yang kini menetap di Kediri menjadi pendiri komunitas menulis yang kini cabangnya ada di banyak kota. Untuk memperingati tujuh tahun kelahirannya, FAM cabang Surabaya ditunjuk menjadi tuan rumah.


Restu kedua pendiri telah didapat dan kami FAM cabang Surabaya bersedia untuk melaksanakan amanah besar tersebut. Dan semuanya berdasarkan niat bonek (bondo nekat). Untuk event skala nasional seperti itu tentu saja bukan hal mudah jika dilakukan dalam tempo waktu sebulan. Kepanitiaan lokal pun dibentuk beranggotakan Reffi Dhinar, Yudha Prima, Lihar Amin, Evie Suryani, Alifah N. Fadilah, dan Handoko.


Tidak mudah bukan berarti mustahil. Lewat perjuangan panitia lokal dan arahan serta dukungan kedua founder FAM Indonesia, dimulailah pembuatan banner daring, persiapan materi dan pembicar…