• Info Terkini

    Monday, March 11, 2019

    Puisi Muhammad Subhan


    *MASPATI*


    aku mendengar gelatik wingko
    bersuara merdu di sangkar bambu
    di beranda rumah batu bercat biru
    suatu hari, di kampoeng maspati


    suaranya ingatkan aku
    pada teduhnya jalanan
    berbalut kabut di kampungku
    beribu kilometer jaraknya, di sana
    tapi di sini, aku merasa berada
    di halaman rumah sendiri


    tak ada suara berisik knalpot
    orang-orang mendorong sepeda motor
    masuk dan keluar kampung itu, pelan-pelan
    begitu takzim itu perbuatan
    dan aku saksikan sungguh
    teguh warisan leluhur itu dijaga
    dan aku bangga ada di sana


    aku masuki rumah-rumah lawas
    bersapa salam dengan para patih
    aku dijamu rujak cingur, nasi rawon
    dan di luar lamat-lamat kudengar
    ringkik kuda dan suara tapal kakinya
    tiba-tiba di pintu sudah kulihat saja
    ndoro mantri membawa panji
    “untukmu, jadikan ini cinta,” bisiknya


    di sekolah ongko loro
    aku duduk takzim menjadi murid lagi
    mengeja _alif, ba, ta_, belajar membaca
    sebelum mortir-mortir belanda
    menghujani kota surabaya


    *Kampoeng Lawas Maspati, 2019*

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Puisi Muhammad Subhan Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top