• Info Terkini

    Sunday, May 5, 2019

    Mengulik Cerpen Cinta Semusim dan Agus Yulians


    Sejak ditetapkan FAM Indonesia sebagai juara I lomba menulis cerpen bertema Ibuku Surgaku, Agus Yulians, pria kelahiran Karanganyar 27 Juli 1987 itu tentu merasa lebih lega. Agus pun ketika dihubungi Tim FAM, dengan santai bercerita tentang proses kreatif penulisan cerpen yang berhasil dimenangkannya. Agus menuturkan, ide awal dalam cerpen Cinta Semusim ia dapatkan melalui pengembaraan imajinasi.

    Dia mencoba meliarkan imajinasi yang ada dalam pikiran, agar hasil dari cerita ini berbeda dan mengejutkan untuk pembaca. Agus pun ingin mengangkat sebuah tema cinta tapi memiliki nilai sendiri. ”Sebab selama ini ketika menulis yang bertemakan Ibu dan surga, pasti hanya berputar dalam dunia sikap bakti seorang anak pada ibunya. Aku ingin menampilkan sesuatu yang berbeda;  antara cinta dan telepati rasa seorang ibu, begitu penulis Perjamuan Kopi Di Kamar Kata ini berujar.

    Ibu, lanjut Agus, bukan hanya pemberi restu. Namun ibu juga memiliki masa lalu yang perlu diangkat. Di cerpen Cinta Semusim ini, kekuatan masa lalu seorang ibu aku munculkan lebih kuat di hati pembaca. Judul Cinta Semusim merupakan salah satu judul yang menarik dan memiliki nilai jual tersendiri.  “Aku tidak tahu juga kenapa dalam pikiranku muncul begitu saja judul Cinta Semusim ini. Aku sangat suka sekali perpaduan antara cinta dengan waktu tertentu yang bertalian dengan iklim. Menurutku itu suatu hal yang menarik, ungkap pemilik lapak buku Agus Yulians di Dusun Ngemplak, Karanganyar, Jawa Tengah itu. 

    Cinta Semusim merupakan sebuah gambaran realita kehidupan yang Agus kemas dalam fiksi. Kita dapat mengambil hikmah. bahwa tidak ada cinta yang abadi tanpa restu seorang ibu. Ibu dapat melihat lebih jernih dengan rasa tentang seseorang yang kita cintai. Apakah pantas untuk menjadi pendamping hidup kita atau sebaliknya.

    Cinta semusim merupakan lomba menulis FAM Indonesia kedua yang ia ikuti. Sebelumnya Agus sempat mengikuti lomba menulis puisi dari FAM. Cerpen Cinta Semusim ini sendiri memang sudah lahir sebelum lomba menulis cerpen bertema Ibuku Surgaku digaungkan oleh FAM Indonesia di beberapa laman daring. “Kebetulan saja tema yang diangkat sesuai dengan cerpen yang aku tulis. Salah satu yang membuat saya tertarik dalam mengikuti lomba ini adalah hadiahnya, hehe. Sebenarnya aku hanya coba-coba saja. Kalau rezeki pasti tidak akan ke mana, tutur Agus.

    Agus selama ini memang bergelut di banyak kegiatan literasi. Beberapa organisasi literasi seperti Forum Lingkar Pena, Komunitas Sastra dan lain sebagainya menuntut tanggung jawabnya untuk mengembangkan budaya literasi di Karanganyar. Agus pun kerap mengisi workshop menulis kreatif. Selama bergelut di dunia kepenulisan sudah lahir buku-buku antologi maupun tunggal, baik puisi, cerpen dan esai. Ada 20-an buku antologi puisi,cerpen dan esai yang lahir dari tangan dinginnya bersama rekan-rekan penulis lainnya. Sementara untuk buku tunggal ialah kumpulan esai yang berjudul Gado-gado Pendidikan, dari Indie Publishing. Tidak hanya itu, buku antologinya pun ada yang sempat dibidani penerbit mayor. Agus juga pernah memenangkan Lomba Cipta Puisi Tingkat Nasional LPM ARENA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2019 dan mendapat juara II, serta Juara I Lomba Cipta Cerpen FAM tahun 2019.

    Buku antologi puisi terbarunya Perjamuan Kopi di Kamar Kata (2018), dan berikut rekam jejak Agung dalam dunia literasi diantaranya, Prosa Pendek Pengkhianatan (2018), kumpulan esai Pendidikan Abad 21 Program Pascasarjana UPI (2018), Buku terbarunya kumpulan esai Gagasan Guru Konyol Gado-gado Pendidikan, oleh Natural Media Publishing(2018), Buku duet motivasi The Notes of Love (2019) Penerbit OASE Pustaka Solo, Antologi Semarak Sastra Malam Minggu Sepasang Camar Simalaba Penerbit Perahu Litera (2018), Antologi kumpulan esai Aku, Buku dan Masa Depanku  penerbit Diva Press (2019), kumpulan kisah Memoar Bahagia Bersama Ibu Tercinta  Penerbit DIOMEDIA Solo (2019), dll. Selain itu beberapa  Cerita Pendek, Cerita Anak, Puisi, dan beberapa esainya pernah dimuat di koran Harian Umum Solopos, Harian Umum Joglosemar, Majalah on line Simalaba, Majalah Nur Hidayah, Nusantara News, Flores Sastra, Majalah Hadila, portal Islam Pos dan lain sebagainya. [Tim Media FAM]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Mengulik Cerpen Cinta Semusim dan Agus Yulians Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top