• Info Terkini

    Wednesday, May 29, 2019

    Terbukanya Jendela Dunia


    (Reportase FAM Surabaya)

    "Lebih suka lihat mana, jendela yang tertutup atau terbuka tirainya?" tanya Kak Yudha dari FAM Surabaya kepada 40 siswa kelas 5 SD Santa Theresia 2.

    "Yang terbuka," jawab anak-anak.

    "Mengapa?" tanya Kak Yudha kemudian.

    "Karena bisa lihat pemandangan di balik jendela," jawab sebagian siswa.

    "Juga ada cahaya luar yang masuk," begitu pendapat siswa lainnya.

    "Nah seperti itu juga dengan buku. Buku yang tak pernah dibaca seperti jendela tertutup tirai. Beda dengan buku yang dibaca. Jadi, membaca buku berarti membuka jendela dunia. Terbukanya jendela dunia akan membuat kalian bisa mengetahui banyak hal."

    Itulah gambaran kampanye budaya literasi yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur bekerjasama dengan FAM Surabaya pada hari Senin pagi, 27 Mei 2019. Dibuka dengan sosialisasi keberadaan Perpustakaan Provinsi oleh Kak Tono dan rekan-rekannya, kampanye dilanjutkan oleh Kak Evie Suryani dengan media bonekanya. Pada kesempatan itu, Kak Evie mencoba mengukur sejauh mana daya baca para siswa dengan melempar pertanyaan berapa panjang jembatan Suramadu.

    Selain memotivasi para siswa, Kak Yudha seperti biasa juga melempar beberapa pertanyaan quiz berhadiah seputar pengetahuan alam dan sejarah. Misinya satu: membuktikan bahwa gara-gara banyak membaca, manusia jadi mendapat banyak ilmu dan pengetahuan. Seperti kata Kak Tono, nilai manusia bisa diumpamakan gelas air mineral. Semakin berharga isinya, maka gelas itu juga ikut semakin bernilai.

    Bukan hanya mengkampanyekan sadar membaca, FAM Surabaya juga membuat tantangan menulis 1 paragraf dengan 3 kata kunci: jendela, buku, pena. Masih sangat sederhana memang isi dan diksi tulisan mereka. Namun keberanian mereka itulah yang patut diapresiasi. Masih sangat banyak anak-anak seusia mereka yang takut menulis, merasa tak pandai menulis, dihantui mitos bahwa menulis itu sulit dan perlu bakat khusus. Padahal, terlalu banyak peristiwa nyata yang mereka alami tiap hari bisa dituliskan.

    Ke depannya, FAM Surabaya dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Timur berharap, semakin banyak sekolah yang membuka diri terhadap kampanye budaya literasi sehingga dukungan mereka terhadap Surabaya Kota Literasi tak terbatas pada lebar spanduk. [Laporan: Yudha Prima, Koordinator FAM Wilayah Surabaya]

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Terbukanya Jendela Dunia Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top