• Info Terkini

    Thursday, June 20, 2019

    Profil Penulis: Yan Ari Wibowo (Penulis Buku Puisi Terpilih Terbit Gratis Tahap Empat di FAM Publishing Berjudul “Kumpulan Sajak”)


    Yan Ari Wibowo, Lahir di Purbalingga, 07 Januari 1990, ia adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Yan/Ari adalah panggilan akrabnya. Sejak di sekolah dasar (SD) ia sudah menyukai bidang seni yaitu menggambar dan menulis. Saat itu menggambar menjadi lebih dominan dalam perkembangannya. Dia sering belajar menggambar dari pengamatan pohon di sekitar rumah, mulai dari menggambar pohon kelapa, rumput dan juga merbacam bunga, dll. 

    Saat SMP ia tumbuh jadi anak yang pendiam. Selain menggambar dia juga mulai tertarik membaca buku. Semuanya mulai dari cerpen, puisi, majalah, dll. Dan hal tersebut membuatnya banyak menghabiskan waktunya sendiri, jarang bergaul dan lebih menyukai sendiri untuk menulis atau menggambar.

    Buku-buku menjadi semakin akrab terutama dalam kehidupan nya di SMA. Saat ia menginjak SMA maka secara naluri tumbuhlah minat dalam meneruskan jenjang pendidikan dalam jurusan Seni. Selain dalam seni rupa penulis juga mulai tertarik dengan bacaan sastra, terutama puisi dan novel. Ia mulai akrab membaca karya Hamzah Fansuri, WS Rendra, Chairil Anwar, Sapardi Djoko Damono, Amir Hamzah, Asrul Sani, Sutardji Calzoum Bachri, Toto Sudarto Bachtiar,Taufik Ismail, A.A Navis, Buya Hamka, Pramoedya Ananta Toer, dll. Saat itu ada beberapa puisi yang memberi kesan tersendiri pada penulis yaitu puisi "Karangan Bunga" Karya Taufik Ismail, “SEPISAUPI” Karya Sutardji Calzoum Bachri.
    Ternyata kenyataan tidak memberikan jalan yang mulus. Cita-cita untuk memilih pendidikan resmi di bidang seni kandas karena tidak mendapatkan ijin dari orangtua. “Mau jadi apa nanti kalau kuliah jurusan seni” kata Ayah. Masih dengan paradigma bahwa seniman tidaklah memiliki masa depan yang pasti. Oleh sebab itu setelah lulus dari SMA maka penulis melanjutkan kuliah dengan jurusan Teknik Sipil. 

    Meski kenyataannya berbeda hal tersebut tetap tidak menyurutkan langkah penulis patah semangat, malah menajadikannya sebagai pelajaran yang berharga. Setidaknya kehidupan inilah pendidikan yang sesungguhnya sebagai ladang uji dalam kesungguhan. “Orang tidak akan bisa berubah jika ia belum bisa menerima keadaanya sendiri”. Setidaknya itulah pelajaran berharga untuk orang yang bersungguh-sungguh dalam cita-cita. [FAM]

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Profil Penulis: Yan Ari Wibowo (Penulis Buku Puisi Terpilih Terbit Gratis Tahap Empat di FAM Publishing Berjudul “Kumpulan Sajak”) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top