• Info Terkini

    Monday, July 22, 2019

    Membangun Karakter Melalui Budaya Literasi


    Secara sederhana, literasi didefinisikan sebagai kecakapan membaca dan menulis. Tetapi sebagai sebuah budaya, ada misi besar yang hendak dicapai oleh literasi yaitu membangun karakter manusia.

    Misi itulah yang ada dibalik kemasan program kelas literasi hasil kerjasama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Jawa Timur dan Forum Aktif Menulis Indonesia Cabang Surabaya. Jadi program rutin bulanan ini bukan sekadar untuk mempromosikan eksistensi Perpustakaan Provinsi Jawa Timur agar ramai pengunjung. Lebih dari itu, yang terpenting adalah membangun karakter para siswa di berbagai sekolah melalui kecintaan terhadap membaca dan menulis.


    Karakter apa yang hendak ditanamkan kepada para pelajar lewat literasi? Tentu saja ada banyak karakter baik (akhlaqul karimah) yang bisa diinjeksikan melalui berbagai strategi  pembelajaran. Seperti yang dilakukan Kak Evie Suryani di hadapan 152 siswa SD Muhammadiyah 16 Surabaya pada hari Kamis 18 Juli 2019. Memang yang disampaikan Kak Evie adalah sebuah dongeng berjudul Timun Mas. Tapi di balik dongeng populer itu, Kak Evie membangun karakter rendah hati dan berkhasiat sayang kepada sesama, tidak seperti tabiat Buto Ijo yang adigang adigung serta menindas makhluk lain.

    Karakter lain yang juga bisa dibangun lewat budaya literasi adalah jujur dan percaya diri. Keterkaitan antara literasi dengan mental jujur dan percaya diri inilah yang dijelaskan dan langsung dilatih oleh Kak Yudha. Melalui kebiasaan membaca, ilmu akan bertambah, wawasan makin luas. Kekayaan ilmu dan wawasan inilah yang bisa membuat para siswa percaya diri akan kapasitasnya dan mengedepankan kejujuran, tidak butuh  berbuat curang seperti menyontek saat ujian.

    Tak hanya dengan kebiasaan membaca, konfidensi juga bisa dilatih melalui kegemaran menulis. Ini bisa dibuktikan saat Kak Yudha hendak memilih 2 anak  untuk ikut tantangan menulis satu paragraf cerita ternyata tidak banyak yang berani. Tapi dari tantangan inilah bisa dibuktikan pula bahwa yang banyak membaca akan kaya akan ilmu kosakata. Kak Yudha sendiri takjub dengan seorang siswa kelas 5 yang mampu menulis sebuah paragraf dengan sangat bagus dan menyelipkan kata "referensi" sebagai salah satu diksinya.

    Tetapi bagaimana bisa membangun karakter melalui budaya literasi jika tak punya cukup dana untuk membeli banyak buku? Disinilah Perpustakaan Provinsi hadir sebagai solusi. Sebagaimana dipaparkan tim Dispersip Jatim, untuk bisa mengakses layanan peminjaman buku di Perpustakaan yang ada di Menur Pumpungan itu ternyata amat sangat mudah.

    (Laporan Koordinator FAM Surabaya: Yudha Prima)

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Membangun Karakter Melalui Budaya Literasi Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top