• Info Terkini

    Friday, February 7, 2020

    7 Tips Antigalau Buat Jadi Penulis Wow


    Pernahkah kamu melihat sebuah kejadian menarik, tetapi ketika kamu tulis, kesannya jadi biasa-biasa saja? Atau kamu pernah membayangkan bisa menjadi penulis buku best seller yang kemudian diangkat ke layar lebar, tetapi faktanya untuk mengawali satu kalimat saja susah? Jangan galau, jangan khawatir. Berikut ini ada 7 tips antigalau untuk penulis pemula agar mampu melahirkan sebuah karya.


    1. Lihat, dengar, rasakan, catat.


    Seorang penulis seringkali disebut sebagai orang-orang spesial yang lebih memilih jalan kesunyian (#ea!) untuk menemukan inspirasi dan menghidupkan imajinasinya. Meskipun demikian, sangat keliru jika seorang penulis cuek bebek dengan keadaan sekitarnya. Cobalah untuk peka dengan kejadian yang kamu lihat, dengar, dan rasakan di sekitarmu. Catat setiap informasi unik dan kejadian menarik. Tak perlu panjang-panjang, cukup dengan satu kata atau kalimat sederhana dengan tiga kata. Jika tidak ingin repot membawa-bawa buku dan bolpoin, kamu cukup menuliskannya di gawai. 



    2. Mainkan imajinasimu pada sebuah peta pikiran.


    Setelah mendapatkan beberapa kejadian atau informasi menarik, saatnya kamu gunakan bekal itu untuk memainkan imajinasimu. Rangkailah setiap peristiwa ke dalam peta pikiran sederhana. Tapi ingat, tentukan dulu jenis tulisan yang ingin kamu buat, fiksi atau nonfiksi. Peta pikiran untuk tulisan fiksi setidaknya mengandung 3 unsur, yakni tokoh dan perwatakan, latar tempat dan waktu serta alur cerita. Jangan terlalu pusing memikirkan tema, judul dan amanat. Ketiganya akan berkembang mengikuti cerita yang kamu buat. Sedangkan untuk tulisan nonfiksi, kamu perlu spesifikasikan lagi jenisnya, apakah itu artikel populer, berita, opini, atau lainnya.



    3. Tulis dan tabrak saja!


    Setelah menuliskan peta pikiran sederhana, kini saatnya kamu mulai menulis! Tulis tanpa keraguan. Kesampingkan dulu benar tidaknya ejaan dan tanda baca. Jika ada kata-kata atau bahasa asing yang ingin kamu masukkan, tapi kamu belum yakin penulisan yang benar, cukup tulis dalam bahasa Indonesia. Tabrak semua keraguan dan aturan-aturan dalam menulis yang mungkin membelenggumu.



    4. Cooling down.


    Setelah berhasil menulis satu karya, meskipun itu masih acakadut, langkah selanjutnya adalah cooling down. Endapkan dulu tulisanmu dalam waktu sehari atau paling lama sepekan (jangan kelamaan!). Berbahagia dan banggalah pada dirimu sendiri karena akhirnya kamu berhasil menulis hingga selesai!



    5. Jadilah editor sadis untuk karyamu sendiri!


    Setelah masa-masa tenang, kini saatnya kamu membuka kembali tulisanmu. Ingatlah bahwa apa yang kamu tulis beberapa waktu lalu belumlah matang, masih berupa tulisan mentah yang perlu ditambahkurangi di beberapa bagian, disempurnakan ejaan dan tanda bacanya serta dipoles dan dibumbui agar lebih sedap. Jangan ragu untuk menghilangkan bagian-bagian yang tidak perlu, mengganti nama ataupun judul. Tak masalah jika tulisan sepuluh halamanmu hanya menjadi tiga halaman setelah diedit, tapi hasilnya lebih matang dan cantik.



    6. Percayalah bahwa karyamu layak dibaca!


    Jika proses self editing telah kamu lakukan, maka jangan ragu untuk mempublikasikan karyamu. Bersyukurlah karena kamu dilahirkan di era digital seperti sekarang. Kamu tidak perlu mengirimkan karya ke media cetak dan menunggu berbulan-bulan tanpa kepastian apakah karyamu layak dimuat atau tidak. Saat ini banyak aplikasi menulis gratis yang bisa kamu menjadikan tempat untuk membagi karyamu. Aplikasi-aplikasi media sosial yang banyak jenisnya juga bisa jadi sarana yang sangat pas untuk mengatakan pada dunia bahwa kamu mampu menghasilkan karya.



    7. Yakin, setiap tulisan pasti akan bertemu jodohnya.


    Karyamu sepi pengunjung atau tidak ada yang _like, share, and comment? Jangan galau dulu! Bisa jadi teman-teman medsosmu bukanlah penikmat tipe karyamu. Yakinlah, setiap tulisan akan bertemu jodohnya. Tidak berarti karya yang viral itu bagus, atau karya yang tenggelam itu buruk. Hanya saja karya itu belum menemukan pembaca setianya. Bukankah tidak setiap orang mampu menikmati mahakarya Kahlil Gibran atau Jalaludin Rumi dengan baik?  Tetapi itu tidak menghalangi mereka menggoreskan namanya dalam sejarah sastra dunia.


    Nah, itulah 7 tips yang bisa kamu lakukan agar dapat memulai berkarya. Ingatlah, seorang penulis akan panjang umur dengan karyanya. Bukankah profesor pun tak akan diakui kepandaiannya jika tak pernah menghasilkan tulisan? Jangan galau lagi, jangan pernah berhenti berkarya. Pisau akan semakin tajam jika terus diasah, begitu pula dengan kemampuan menulismu. Tak ada yang dapat meningkatkan kemampuan menulis selain dengan terus menulis. Jadi, tulislah apa yang ada di pikiranmu dan lihat bagaimana dunia berubah karena tulisanmu! 

    Sumber gambar: Google

    (TIM PENULIS FAM)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: 7 Tips Antigalau Buat Jadi Penulis Wow Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top