• Info Terkini

    Saturday, February 8, 2020

    Attitude yang Harus Dimiliki Content Writer


    Content writer alias penulis konten web, merupakan salah satu pekerjaan dalam bidang kepenulisan yang paling dicari beberapa tahun belakangan ini. Hal ini juga didukung oleh pesatnya perkembangan teknologi dan internet, sehingga media daring seperti artikel di website menjadi sumber informasi bagi masyarakat luas.

    Menjadi seorang content writer tidak hanya harus punya kemampuan menulis, tapi juga dituntut untuk fleksibel dan membuat tulisan yang berkualitas.

    Penulis konten pasti dibayar untuk setiap tulisan yang dihasilkannya. Bayarannya tergantung dari kesepakatan antara penulis dan pemberi job. Dan biasanya nama penulis tidak akan dicantumkan pada artikel.

    Meskipun tidak sedikit juga yang mencantumkan nama penulisnya, bukan berarti dengan tidak dicantumkan berarti si penulis tidak dihargai.

    Penulis yang namanya dicantumkan, biasanya adalah kontributor. Tugas kontributor biasanya jauh lebih sulit dari penulis konten karena selain menulis, seorang kontributor juga harus memposting sendiri tulisan di web dan harus melalui seleksi terlebih dulu. Bayarannya terkadang juga tidak pasti, alias tidak dihitung berdasarkan banyaknya artikel atau kata, tapi banyaknya orang yang mengakses artikel dan mengeklik iklan. Kontributor juga biasanya harus mencari ide tulisan secara mandiri, dan tujuannya supaya artikelnya diakses banyak orang.

    Beda dengan penulis konten web yang sebagian besar nama penulisnya tidak akan dicantumkan. Misal si A adalah penulis konten dari web Kontenku, maka nama penulis yang muncul di artikelnya bukan si A, tapi Admin Kontenku. Mengapa? Karena pemilik weblah yang menyediakan ide berupa keyword pada content writer. Yang kemudian hak cipta tulisan dibeli dengan harga yang telah ditetapkan/disepakati bersama, sehingga antara penulis dan pemilik web sama-sama diuntungkan.

    Selain kemampuan menulis, kualitas tulisan, serta fleksibilitas penulis dalam membuat konten web, pemilik web biasanya juga menilai kualitas penulis dari attitude-nya. Kelihatan sepele tapi sebenarnya sangat penting.

    Meskipun menjadi penulis konten yang sifatnya bekerja secara online, tapi attitude sebagai penulis juga harus dijaga betul-betul. Hal ini dapat menjadi penentu bagi pemilik web apakah kerjasama bisa berlangsung dalam jangka panjang. Attitude merupakan poin penting yang akan dilihat oleh pemberi job karena attitude penulis akan mempengaruhi citra perusahaan maupun web itu sendiri.

    Attitude penulis konten dapat dilihat dari caranya berkomunikasi dengan pemberi job, maupun dari media sosial pribadi si penulis. Apakah si penulis sering menjelekkan perusahaan saat di media sosial? Atau bagaimana reaksi si penulis saat namanya ternyata tidak dicantumkan di artikel?

    Dari sini pemberi job atau pemilik web akan memutuskan apakah kerjasama dengan penulis tersebut bisa dilanjutkan. Tentunya jika si penulis ternyata memiliki attitude yang buruk, kerjasama sudah pasti dihentikan begitu saja dan penulis tidak akan diberi kesempatan lagi alias dibanned.

    So, penting halnya menjaga attitude bagi para penulis konten. Karena kepercayaan dimulai dari attitude yang baik, tidak hanya skill dan kualitas saja.

    (TIM PENULIS FAM)

    Sumber gambar: dreamstime.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Attitude yang Harus Dimiliki Content Writer Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top