• Info Terkini

    Monday, February 17, 2020

    Jadi Penulis Hebat Berawal dari Nulis Buku Harian


    "Hai kawan,  apa kabar kalian?" Kalimat ini yang sering kali menjadi kalimat pembuka umum dalam buku harian. Buku harian, umumnya merupakan karya tulis pertama. Hasil torehan pena yang mendampingi perjalanan seorang penulis. Yah, rata-rata seseorang mulai menulis dari sebuah diary (buku harian).  Bagaimana ya kira-kira, yang dirasakan seorang pemula, di awal menulisnya? Berikut gambaran seorang pemula menjalani metamorfosisnya menjadi penulis superior. Sekaligus bisa menjadi tips bagi penulis pemula.

    Pertama. Mencoba-coba, dan aku bisa menulis. Buku harian, adalah milik kita. Kita akan mengisi apa pun, itu hak kita. Bahkan jika kita memiliki masalah di sekolah dari teman-teman yang kurang menyenangkan. Buku harian ini yang siap sedia menerima curahan hati kita. Tulisan demi tulisan akan terukir hingga tercipta lembaran yang sudah penuh dengan tinta, jejak tarian pena. Yah, memang inilah yang akan menjadi kenangan. Yaitu saat pertama kali kita memulai menulis. Sekalipun sederhana. Awal menulis memiliki makna dan ruh yang luar biasa bagi karya tulisan kita selanjutnya.

    Kedua. Tulislah kejadian sederhana yang kita alami. Buku harian merupakan teman setia di kala suka dan duka. Juga di kala sendiri. Waktu akan terus berjalan. Terkadang kita melewati banyak hal bersama teman-teman. Namun saat kita sendiri, semua akan terasa hampa tanpa kehadiran teman. Namun, hal ini tidak terjadi pada kita yang memiliki buku harian. Kok bisa? Teman-teman yang memiliki buku harian, bisa mengisi kesendiriannya dengan menulis  Yaitu menuangkan dalam buku harian apa yang telah berlalu hari ini. Bersama siapa saja. Menemukan hal baru apa saja. Termasuk apa yang kita rasakan. Bisa dituang dalam tulisan. Mengapa memulai dari hal sederhana? Karena menulis bukan dari kondisi tidak nyaman. Kita butuh waktu yang cukup untuk menuangkannya ke dalam buku harian. Kelak saat kita membaca tulisan kita. Sekalipun isinya tidak terlalu penting. Namun akan sangat berarti untuk pendewasaan karakter menulis kita selanjutnya. Dengan sendirinya kita bisa memilih tulisan seperti apa yang akan kita abadikan.

    Ketiga. Gunakan bahasa sendiri. Hal ini sangat mudah. Bahasa sehari-hari, bisa langsung kita tuangkan dalam Yatulisan di buku harian. Sekalipun terkadang kandungan tulisan kita sederhana. Menulis sajalah. Nikmatnya menulis akan membersamai kemajuan berbahasa Indonesia kamu.

    Keempat. Buat prinsip menulis untuk kebaikan. Buku harian terkadang juga perlu pergantian topik. Kamu bisa menulis kata-kata mutiara, pesan nasehat, pantun nasehat, mutiara hikmah dan lain-lain. Hal ini akan menjadi motivasi tersendiri bagi diri sendiri. Jika bingung memilih topik menulis. Kita masih bisa memulai menulis dengan mencari kata bijak yang ada dalam Alquran dan hadits. Lalu kita beri tambahan perasaan kita setelah membaca pesan dari kata bijak tersebut. Termasuk ajakan bagi diri sendiri untuk semangat meraihnya.

    Kelima. Komunikatiflah dalam menulis. Pernahkan kita membuat surat? Mungkin sejak kita SD sampai saat ini, kita pernah membuatnya. Dengan kata pembuka yang nyaris sama. Yaitu : "Hai teman, apa kabarmu di sana? Semoga baik-baik saja. Keadaan kami di sini juga baik". Hal ini ternyata bisa dijadikan awalan untuk setiap tulisan kita. Sekalipun penulisan di buku harian. Dan pembacanya diri kita sendiri. Perlu lho, penulisan yang menyapa pembaca seperti ini. Ketika kita mengulang bacaan ini kedua atau kesekian kalinya. Kita tidak akan terasa bosan. Bahkan membaca buku harian seperti ini, bisa menjadi pelipulara, jika dalam keadaan sedih. Cobain deh! Dengan tulisan yang komunikatif akan terasa lebih akrab dan nyaman untuk dinikmati.

    Demikian tips menulis buku harian, untuk teman-teman. Jika tekun, kamu bisa jadi penulis hebat! 

    Sumber foto: Google

    (TIM PENULIS FAM)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Jadi Penulis Hebat Berawal dari Nulis Buku Harian Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top