• Info Terkini

    Monday, February 24, 2020

    Karya Fiksi, Perlu Riset Nggak, Sih?


    Seperti yang kita ketahui, fiksi ialah cerita yang tidak berdasarkan kisah nyata, atau dengan kata lain, karya fiksi berasal dari imajinasi penulis dan 'tidak harus' berdasarkan fakta.

    Nah, karena fiksi bukan berdasarkan kisah nyata, kebanyakan penulis seringkali menganggap sepele bahkan mengabaikan pentingnya riset untuk karya fiksinya.  Padahal penulis yang baik harus mampu meyakinkan pembacanya dengan cerita yang ia tulis. Membuatnya seolah-olah nyata dan hidup. Imajinasi penulis saja tidak akan mampu menghidupkan suasana cerita, kesannya akan terasa datar seperti hanya tempelan belaka.

    Semisal, untuk membuat novel fiksi yang berlatarkan mahasiswa yang kuliah di Selandia Baru, dan kamu belum pernah ke sana, tentu saja melakukan riset itu penting. Tidak mungkin, 'kan, kamu menulis gambaran Selandia Baru seperti yang ada dalam imajinasimu.

    Dalam gambaranmu, Selandia Baru sama saja dengan negara di belahan Bumi Utara yang musim dinginnya jatuh pada bulan Desember sampai Maret. Padahal, di Selandia Baru musim dinginnya pada bulan Juni sampai Agustus. Nah, kamu tentu tidak bisa seenaknya menulis seperti itu, 'kan?  Bisa-bisa kamu dicap pembohong dan penyebar hoax.

    Bukan hanya untuk menentukan latar riset itu penting, tapi juga untuk menentukan karakter tokoh, seperti profesinya, kondisi psikis ataupun fisiknya. Misal, kita menceritakan tentang tokoh yang mengidap Alexthymia, gangguan bipolar, psikopat, alter ego, hingga kepribadian ganda. Tentu saja kita memerlukan riset, 'kan? 

    Riset dapat dilakukan dengan berbagai cara, bisa dengan turun langsung ke lapangan dan mewawancarai nara sumber, atau jika tidak memungkinkan bisa dengan membaca buku dan mencari datanya di internet. 

    Sudah paham, kan, kenapa riset itu dibutuhkan meski untuk karya fiksi?  Yup, supaya tulisanmu terkesan nyata dan tidak hanya sekadar mengarang-ngarang saja,  tapi punya 'isi' bukan sekadar basa-basi.

    Sumber foto: Google
    (TIM PENULIS FAM)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Karya Fiksi, Perlu Riset Nggak, Sih? Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top