• Info Terkini

    Wednesday, March 18, 2020

    Film Nusantara Sebuah Media Penjaga Budaya


    Mengingat tentang penjagaan budaya,  ada salah satu negara yang mampu melestarikan budaya yang tidak termakan oleh zaman modern. Salah satunya adalah Negara Jepang, negara yang mempopulerkan beberapa film kartun di hari minggu,  makanan khas hingga pakaian yang sudah menjadi tradisi.

    Menurut Ki Hajar Dewantara,  budaya ialah hasil dari usaha perjuangan masyarakat pada alam serta zaman yang memberikan bukti kemakmuran dan kejayaan hidup. Usaha perjuangan inilah yang mampu menghadapi serta menyikapi berbagai kesulitan dalam mencapai kemakmuran dan kebahagiaan hidup masyarakat tersebut. Bahkan  pendapat dari Ki Hajar Dewantara ini dianggap lebih tepat dengan budaya di Indonesia. Hal ini disebabkan karena budaya di Indonesia sangat dipengaruhi oleh perkembangan dari waktu ke waktu sehingga membuat perubahan kondisi alam.
                                                                                                                                                                                                        Seni hiburan di zaman sekarang semakin hari semakin bagus dan mampu bersaing dengan film luar negeri seperti halnya The Raid yang mampu mendapatkan penghargaan pada tahun 2011 dan 2012 meski film tersebut disutradarai oleh orang luar negeri.


    Tidak menutup kemungkinan film lokal yang juga disutradarai oleh orang lokal juga dapat meraih penghargaan yang bergengsi di luar negeri. Seperti halnya film-film luar lain yang bisa dilihat perkembangannya dalam segala proses kreatifnya. Melalui film lokal dengan perkembangan teknologinya dapat menyebarkan budaya atau tradisi kita sehingga tidak hanya kalangan dalam negeri saja yang dapat mengenalnya bahkan orang luar negeri juga dapat menikmatinya.
                                                                                                                                                                                           Seperti halnya film-film kolosal yang menampilkan asal muasal budaya kita atau film yang lebih modern yang dikemas dengan memiliki unsur keragaman budaya. Terutama hari ini kita mengenal komik Jepang yang diangkat dalam film kartun dan live actionnya atau komik barat seperti DC atau Marvel yang tentunya sudah bukan hal umum filmnya selalu jadi incaran para penikmat film di berbagai belahan negara.


    Di Indonesia sendiri penulisan komik sebenarnya dikenal melalui seorang R.A. Kosasih yang mulai membuat komik dengan ala superhero barat, wayang bahkan mengambil cerita legenda di Indonesia. Lalu Harya Suraminata yang terkenal melalui Gundalanya yang konon terinspirasi dari Ki Ageng Sela yang dalam kisahnya pernah menangkap petir. Bahkan dalam layar lebarnya pada tahun 2019 yakni Gundala Putra Petir disambut antusias oleh penggemar film Indonesia. Dalam film tersebut juga mengandung unsur lokal seperti pemakaian bahasa Jawa yang digunakan oleh Ki Wilawuk musuh yang bakal ada di sekuelnya.

    Dengan demikian film-film lokal lain diharapkan dapat mengangkat budaya kita bukan hanya sebagai jalan meraih prestasi di luar negeri tapi juga agar orang Indonesia mengetahui bagaimana budaya kita lahir dan dapat berkembang di dunia modern.

    Sumber foto: Google

    (TIM PENULIS FAM)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Film Nusantara Sebuah Media Penjaga Budaya Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top