• Info Terkini

    Saturday, March 21, 2020

    Menulis Perlu Riset


    Waaah, judulnya berat yaaa? Eits, coba ganti posisi, bacanya sambil rileks. He he.

    Menulis perlu riset. Memang sih! Tapi risetnya nggak seberat yang kalian pikirkan.
    Menulis fiksi maupun non fiksi, memang diperlukan kualitas bacaan yang sesuai logika. Sekalipun karyanya tulisan fiksi. Contohnya, misal kita mau membuat cerpen dengan tema mengangkat kisah anak autis. Jangan sampai penokohan dan karakter, riset medisnya cacat logika. Tulisan kita harus bisa dibaca semua kalangan. Baik dibaca oleh orang awam maupun orang profesional.

    Berikut ini hal-hal yang perlu dilakukan riset untuk mempersiapkan karya tulis yang baik.

    Pertama. Karakter tokoh. Dalam karakter ini bisa kita tentukan di awal, apakah tokoh yang diperankan ini memiliki sifat-sifat khusus. Apakah pendiam, periang, atau berkepribadian ganda, atau suka-suka penulis. He he, yang jelas dari awal sampai akhir harus konsisten ya. Sehingga pembaca merasa nyaman dengan pesan yang tersirat. Juga merasa terhibur. Bukan malah merasa pusing setelah membaca tulisan kita. He he.

    Kedua. Riset latar tempat. Hal ini penting sekali. Misal kita mengangkat cerita yang berada di sebuah negara sub tropis.
    Mungkin di daerah itu waktu siangnya lama, dengan malamnya yang sebentar. Atau waktu penulisan karya itu, mengalami musim salju, tapi kita menuliskan musim panas. He he, kan jadi aneh ya? Jika latar waktu dan tempat, kita memutuskan untuk daerah-daerah yang memiliki kekhususan. Maka perlu dipikirkan ya, risetnya!


    Ketiga. Riset latar waktu. Seperti yang disampaikan di atas, agak berkaitan antara latar waktu dan tempat. Seandainya latar tempat kita pakai yang umum terjadi di Indonesia dengan latar waktu malam hari. Maka penulisan ceritanya juga harus sesuai dengan kelaziman yang terjadi di Indonesia. Apa saja yang terjadi di malam hari? Jangan sampai, kita melakukan rutinitas olahraga di malam hari, kan nggak lazim. Seandainya juga dituliskan demikian, ya nggak papa sih. He he.  Misal memang untuk menceritakan hal-hal yang dianggap tabu, atau under cover dari sebuah profesi tertentu dan beratnya kehidupan profesi di Ibu kota. Atau hendak menuliskan hal-hal yang tidak biasa. Cerita under estimate, yang endingnya membuat pembaca terkagum-kagum. Itu terserah penulis sih, akan menyajikan apa kepada pembaca. Satu hal yang perlu digarisbawahi, yaitu jangan sampai cacat logika. Itulah tujuan utama, mengadakan riset sebelum menulis.

    Riset adalah rileks. Bahkan riset adalah rekreasi. Supaya menambah wawasan kita, juga kita menjadi serba tahu dan serba bisa. Waah, seru kan!

    Sumber foto: Google

    (TIM PENULIS FAM)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Menulis Perlu Riset Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top