• Info Terkini

    Friday, March 6, 2020

    Menulis Reportase dengan Rumus ADIK SIMBA, Cara Klasik yang Tetap Asyik


    Perkembangan teknologi komunikasi yang demikian pesatnya membuat semua orang mampu menjangkau informasi yang dibutuhkan dengan sangat cepat. Masyarakat yang haus informasi seolah tak lagi sabar menunggu berita-berita yang disajikan di media cetak yang terbit bulanan, pekanan, bahkan harian. Melalui media daring dan media sosial, masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi terkini dan seluruh penjuru dunia. Profesi sebagai peliput berita pun kini tak lagi dimonopoli oleh wartawan, reporter atau jurnalis profesional.

    Meskipun semua orang dapat menuliskan reportasenya sendiri kemudian mempublikasikannya, bukan berarti tulisan reportase bisa dibuat secara asal-asalan. Semua tulisan yang kita unggah ke kanal jejaring maya haruslah dapat dipertanggungjawabkan isinya. Jika kita menuliskan reportase secara asal-asalan dan kurang memberikan manfaat untuk masyarakat, maka siap-siaplah untuk viral dan dirundung oleh ribuan netizen penghuni jagad maya. Konsekuensi sosial ini sangat berat. Bukankah kita sering mendengar ada publik figur yang sampai tertekan karena terus-terusan menjadi bahan perundungan di dunia maya? Tentu, kita tak ingin hal itu menimpa diri kita. Oleh karena itu, jika kita ingin menuliskan sebuah reportase di dunia maya, kita harus tetap mengikuti rumus klasik yang tak boleh ditinggalkan, yaitu ADIK SIMBA.

    Apa itu ADIK SIMBA? ADIK SIMBA adalah singkatan dari enam kata tanya yang harus terjawab dalam reportase yang kita tulis, yaitu Apa, Di mana, Kapan, Siapa, Mengapa dan Bagaimana. Keenam kata tanya ini juga terkenal dengan sebutan 5W+1H, yaitu What (apa), where (di mana), when (kapan), who (siapa), why (mengapa) dan how (bagaimana). What, apakah peristiwa yang kita laporkan? Where, di manakah peristiwa itu terjadi? When, kapan peristiwa itu terjadi, hari, tanggal dan waktunya? Who, siapa saja pelaku atau orang-orang yang terlibat dalam peristiwa itu? Why, mengapa atau apa alasan peristiwa itu terjadi? How, bagaimana jalannya peristiwa itu? Nah, reportase yang kita buat haruslah mampu menjawab setidaknya keenam pertanyaan di atas. Tidak harus selalu berurutan, bisa disampaikan secara bervariasi asal benar, akurat dan lengkap.

    Jadi, yuk kita koreksi kembali apakah ADIK SIMBA ini sudah masuk ke dalam tulisan reportase yang kita buat? Jika belum, ayo kita perbaiki bersama, agar apa yang kita sampaikan ke masyarakat tidak dikategorikan sebagai spam atau informasi sampah. Jika kita sudah menuliskannya dengan lengkap, maka selamat, kamu adalah reporter profesional yang didambakan dunia maya dan nyata! (*)

    Sumber foto: Google

    (TIM PENULIS FAM)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Menulis Reportase dengan Rumus ADIK SIMBA, Cara Klasik yang Tetap Asyik Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top