• Info Terkini

    Thursday, March 26, 2020

    Secercah Rasa dari Titik


    Setiap kalimat yang dituliskan dalam sebuah kertas, microsoft word, bahkan pada beberapa aplikasi pengolah data akan berakhir dengan sebuah titik. Sama halnya dengan kalimat pertama tadi yang harus diakhiri dengan sebuah titik. Karena, kita ketahui bersama bahwa penggunaan tanda baca titik ini untuk mengakhiri satu kalimat, kemudian berpindah pada kalimat lainnya. Jadi, kita akan sering bertemu dengan titik ini.

    Titik seringkali diartikan sebuah akhir dari segala kata. Namun, terkadang setelah titik pun, kata itu atau kalimat itu masih terus mengalir dalam perasaan. Membuat kita mencari lebih dalam makna kalimat itu setelah titik. Bahkan, tidak sedikit dari kita masih ingin menambahkan sebuah kalimat dan kata setelah titik itu. Maka, titik ini bukan sekadar akhir dari kalimat atau paragraf, tapi menjadi pembuka bagi kisah yang baru dalam diri kita.

    Penggunaan titik ini seringkali kita dapatkan dalam kalimat, paragraf, gelar, bahkan daftar pustaka. Titik ini akan selalu menemani setiap kata yang ada dalam sebuah buku atau pun naskah, tapi tidak dengan judul. Seringkali kita melihat judul buku, bahkan mungkin judul tugas akhir yang kita selesaikan (bagi yang sudah sarjana ya) tidak menggunakan titik. Inilah salah satu hal yang membuat sang titik tidak nampak, ketika kata itu ada dalam sebuah judul. Bisa kita lihat sendiri pada judul tulisan ini, di mana tidak ada titik setelah kata terakhir. Meskipun kata terakhirnya adalah titik.

    Kita lihat ketika titik ini berada dalam sebuah gelar. Tak perlu kita lihat dalam kalimat dan paragraf, karena sudah sangat banyak dalam tulisan ini.

    Misalnya:
    Wirawan Wiguna, S.E (penggunaan titik untuk penempatan gelar)


    Kementrian Agama RI. 2012. Aljamil Al-Qur'an Tajwid Warna, Terjemahan Perkata,Terjemahan Inggris. Bekasi: Cipta Bagus Segara. (dalam daftar pustaka, penggunaan titik untuk memisahkan satu bagian dengan bagian lainnya).

    Sumber foto: Google

    (TIM PENULIS FAM)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Secercah Rasa dari Titik Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top